jump to navigation

Tentang Kami

Latar Belakang Berdirinya Walhi Sulawesi Tengah

Kesadaran masyarakat dunia akan pelestarian lingkungan hidup dan keadilan sumber daya alam sebagai bahagian integral dari kehidupan, mendorong tumbuhnya gerakan lingkungan yang diawali dengan konvensi, deklarasi stocholm-Swedia pada tahun 1972. Dalam perkembangan selanjutnya, konferensi di Rio Dejeneiro-Brazil pada tahun 1992, untuk pertama kalinya tidak hanya mengangkat masalah lingkungan menjadi perdebatan serius karena merosotonya keanekaragaman hayati, bertambahnya jumlah penduduk, terlebih-lebih menyangkut keadilan antara generasi, diskriminasi, kaum miskin dibelahan bumi selatan dan demokratisasi, hak cipta.

Perjuangan tersebut kemudian diperhadapkan dengan kenyataan bahwa demi kepentingan politik ekonomi telah melangkah lebih jauh mengalahkan keseimbangan ekosistem yang melahirkan berbagai bentuk diskriminasi, kerusakan sumber daya alam dan kemiskinan. hal ini dijawantahkan melalui praktek pembangunan yang menegasikan hak-hak rakyat, ekstraksi, diabaikannya kelestarian lingkungan, bertambahnya modal luar negeri masuk ke Indonesia. Sebaliknya kebijakan penyelenggara negara disatu pihak membatasi akses kontrol terhadap pengelolaan sumber daya alam lingkungan hidup.

Memang Pemerintah Indonesia pada tahun 1978 mulai memberikan perhatian terhadap kecenderungan kerusakan lingkungan, yang ditandai dengan pembentukan Kementrian Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup. Namun, dalam menjalankan fungsi dan perannya tidak mampu menekan laju kerusakan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang berdampak pada kerusakan lingkungan, deforestrasi tidak bisa dikendalikan, bahkan selalu menimbulkan korban jiwa dan kerugian sosial, ekonomi dan budaya dikalangan rakyat. memahami semua itu menunjukan bukti dari kegagalan negara mengatasi kehancuran sumber daya alam.

atas keprihatinan itu, pada tahun 1980 di Jakarta telah berdiri Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yang telah diprakarsai oleh aktivis NGO,s, Kelompok Pencinta Alam dan Kelompok Swadaya Masyarakat. Setahun kemudian 1981, menyusul Forum Daerah Walhi region Sulawesi (Utara, Tengah dan Selatan) atas prakarsa 25 Organisasi yang konsen terhadap masalah lingkungan hidup yang terdiri dari Kelompok Pencinta Alam (KPA), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Selang waktu satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 17 September 1982 di Sulawesi Tengah telah berdiri Walhi Sulteng. setelah rekstrukturisasi Walhi secara nasional, Walhi Sulawesi Tengah berkembang menjadi Forum Organisasi Non Pemerintah yang memposisikan diri sebagai Wahana yang mensinergikan semua potensi gerakan advokasi lingkungan hidup dan penguatan akses rakyat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

DAFTAR EKSEKUTIF DAERAH WALHI SULTENG

No Nama Jabatan No HP

1  Ahmad pelor Direktur  ED Walhi Sulteng  HP 081354311740

2  Juli Manfek Manager Keuangan ED Walhi Sulteng

3  Aries Bira Divisi Advokasi dan Kampanye ED Walhi Sulteng

4  Ristan Hutagalung  Staff  Divisi Advokasi dan Kampanye ED Walhi Sulteng

5 Rian Yuriansyah PO -SDM

6 Topan Staff Kesekretariatan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: