jump to navigation

DPRD Akan Tinjau Galian C di Desa Walandano Maret 17, 2017

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

 

20-KELUHaaaaaaaaa

 

DONGGALA – Kondisi Longsor di Walandano hingga Malei Kecamatan Balaesang Tanjung kian memburuk. Salah satu faktor terjadinya longsor memang karena hujan yang mengguyur dua desa tersebut beberapa pekan terkhir. Akibatnya akses jalan nyaris tak bisa di lalui kendaraan roda dua.

Radar Sulteng(Foto: UjangSuganda)

Namun menurut tokoh masyarakat Desa Malei, Israfil, pelongsoran tersebut karena adanya aktivitas galian C di sekitar jalan penghubung Desa Walandano dan Malei tersebut. Israfil mengaku titik longsor terparah juga berada di sekitar galian C. “Masyarakat sini sudah cukup lama mengeluhkan aktivitas galian C tersebut,” ungkapnya.

Secara detailnya kata Israfil, galian C tersebut mengeruk tanah di bagian gunung Desa Walandano yang merupakan aliran air. Akibatnya aliran air semakin deras turun kebagian jalan. “jadi sedikit demi sedikit air itu merusak jalan dan akhirnya terjadilah longsor. Ditambah lagi ketika terjadi hujan, aliran air itu semakin deras karena jalurnya air yang mereka bongkar,” terangnya.

Dengn adanya galian C tersebut menurut Israfil juga berdampak  bagi nelayan sekitar. Pasalnya tepat dibibir pantai dibangun dermaga yang ditimbun menggunakan pasir dan tanah. Akibatnya air menjadi keruh dan salah satu spot nelayan untuk mencari ikan hilang. “Sebelumnya nelayan juga sering menangkap ikan di sekitar galian C itu, tapi sekarang sudah tidak bisa. Kami hanya berharap, akses jalan maupun aktivitas kami di Kecamatan Balaesang tanjung ini tidak terganggu dengan adanya galian C itu,” harapnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Donggala rencananya akan turun langsung untuk meninjau aktifitas galian C tersebut. Hal ini di ungkapkan Ketua Komisi III DPRD Donggala, Asis Rauf. Dalam waktu dekat ini kata asis akan ada tim yang turun ke lapangan. “Kita akan turun ke lokasi untuk melihat langsung aktivitas galian C yang dikeluhkan warga sekitar,” ujarnya.

Disamping itu DPDR juga kata Asis akan memeriksa izin maupun berkas-berkas tambang galian C tersebut. Agar akses masyarakat di Kecamatan Balaesang Tanjung bisa kembali normal, maka diharapkan pula peran dari Pemerintah untuk mengantisipasinya. “kita akan cek IUP galian C itu,” pungkasnya. (ujs)     Radar Sulteng*Kamis, 9 Maret 2017

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: