jump to navigation

Siap Rekomendasi Penutupan PLTU Panau Jika Hasil Uji Lab Flay Ash Dinyatakan Berbahaya Januari 24, 2017

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

PALU – Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu tengah menunggu hasil uji laboratorium sampel flay ash hasil pembakaran batubara PLTU palu yang beroprasi di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaili. Sebab, flay ash pengoperasian mesin pembangkit listrik  di Kota Palu itu, diduga menggunakan radioaktif yang memiliki zat sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan. “Kepastian benar tidaknya dugaan itu, kami masih menunggu hasil lab yang dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Indonesia, “Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),Musliman, belum lama ini.

 

Image result for foto PLTU panau

Sumber : https://www.google.co.id/search?q=foto+PLTU+panau

Pekan lalu,lanjut dia,pihaknya juga telah mengirim sampel flay ash tersebut untuk dilakukan uji laboratorium oleh Batan. Menurutnya, uji sampel flay ash merupakan tindak lanjut salah satu tuntutan warga sekitar yang menyatakan flay ash mengandung zat radioaktif.”Ini kami lakukan, menyusul adanya desakan dari warga setempat, yang mengakui tergangu kesehatan mereka terhadap keberadaan PLTU,”Kata sang kadis.

Warga  sekitar menuding flay ash mengandung zat radioaktif berbahaya, telah menyebabkan beberapa warga lainnya terserang penyakit sampai akhirnya meninggal dunia. “Pengakuan warga akibat menghirup debu flay ash. Bahkan juga, ada warga yang terkena kangker, hingga di sebutkan meninggal,”Paparnya. Lembaga Batan yang melakukan uji laboratorium terhadap hal itu, terangnya, telah menginformasikan bahwa uji sampel telah selesai dilakukan. Rencananya, hasil uji itu akan dikirim dalam pekan ini. Untuk menguatkan hasil uji, lanjutnya, pihaknya juga akan melibatkan akademisi Untad Palu untuk menyosialisasikan hasil uji sampel kepada masyarakat di sekitar pengoprasian PLTU panau.

Bila nantinya sampel membuktikan memang mengandung zat radioaktif berbahaya, maka dengan sangat terpaksa pihak DLH palu akan merekomendasikan penutupan pengoprasian PLTU panau.”Ya kita desak untuk tutup. Karena itu berahaya bagi kehidupan manusia. Tapi jika terbukti,”Janji musliman. Sebaliknya, sambunganya, apabila sampel tidak membuktikan adanya kandungan zat radioaktif berbahaya terhadap lingkungan, pihaknya akan tetap mendesak pihak PLTU untuk segera mengurus izin lingkungan terkait penanganan debu flay ash.

“Kita dorong agar flay ash itu di tangani dengna baik. Karena inti masalahnya adalah debu flay ash yang berterbang kerumah rumah warga,”harap kadis. Selain itu, efek getaran dan kebisingan ketika PLTU itu beroprasi. Untuk hal ini, pihaknya juga sedang menunggu hasil uji laboratorium dari Sucofindo Indonesia. “Sucofindo yang akan menguji sejauh mana bahaya efek getaran dan kebisingan. Jika semua uji lab telah diperoleh, baru kita bisa menentukan seperti apa penanganan secara koprehsif terhadap dampak pengoprasian PLTU panau,”ujar musliman.(sur)

 

Radar Sulteng, Minggu 15 Januari 2017

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: