jump to navigation

Lapangan Futsal Ditutup Akibat Lumpur PT.MPR November 7, 2016

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

Morut – Kolam pengendap peninggalan PT Mulia Pacific Resoures (MPR) di Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia, Morowali Utara (Morut) seperti luput dari perhatian. Padahal kolam tersebut kerap mengubah warna air laut sekitar menjadi cokelat kemarahan. Bahkan saat ini, sebuah jasa penyewaan lapangan futsal harus harus tutup akibat kolam over kapasitas.

Image result for foto lumpur di daerah Morut

Sumber : https://www.google.co.id/search?q=foto+lumpur+di+daerah+Morut&biw

“Seadainya mereka (PT.MPR rutin mengeruk kolam pengendam tersebut, pasti volume sedimennya bisa dikontrol,”ujar Doddy Adistya, kepada Radar Sulteng via telepon, kamis (3/11). Saat ini, Doddy mengaku palig merugi akibat keberadaan kolam pengendap yang di bangun anak perusahaan PT Cetral  Omega Resource Tbk (PT COR) tersebut.

Pasalyna, 97 persen rumput sintesis lapangan futsal miliknya terendam lumpur. Kejadian itu terjadi lebih dari sepekan lalu. “Pihak MPR telah berjanji akan bertanggung  jawab. Harusnya, proses mediasi di polsek Petasia berlangsung hari ini (Kamis). Tapi nayatanya mereka ingar janji,”ungkap Ketua KNPI Morut ini. Akibat sikap itu, Doddy menegaskan akan menempuh jalur hukum. Karena menurutnya, lapangann futsal satu satunya di ibu kota Kabupaten Morut itu sehari mengmpullka keuntungan bersih minimal Rp 200 ribu.

Sementara nilai investasi khusus rumput buatan dan pemasangannya menghabiskan biaya Rp 300 juta. “Mereka menggampangkan masalah ini. Tapi saya tidak akan nurut saja. Saya tidak mau rugi, karena usaha ini dibangun susah payah,”tegas Doddy yang juga CEO PT Agro Nusa Abadi (PT ANA) itu. Terakait masalah itu, KTT PT MPR via pesan singkat mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pemilik lapangan futsal.”Lg kami tangani pak. Kami sudah koordinasi kepemilik lapangan futsal. Terimakasih, jelas Darmian dalam pesan singkatnya ke pada Radar Sulteng, Jum’at (4/11).

Saat ditanya durasi pemeliharaan kolam pengendap, Darmin memastikan tindakannya tergantung kondisi sedimen. “Tergantung endapan sedimennya pak kalau sudah mendekati penuh kami keruk,”sebut Darmin. Pantauan koran ini, kondisi kolam pengendap milik PT MPR terlihat hampir penuh. Ada jalur aliran air didalamnnya. Namun air itu langsung mengarah ke laut. Jika balik, PT MPR memulai aktivitasnya sejak 2011 berdasarkann Surat Keputusan (SK) Bupati Morowali Nomor 188.45/SK.0627/Tamben/2007 tanggal 7 Agustus 2007 seluas 5.158 hektar. SK tersebut kemudian disesuaikan menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dengan SK Bupati Morowali No.540.2/SK.006/DESDM/I/2011 tanggal 29 Januari 2011 dengan luas 5.156 hektar. Selanjutnya, ditingkatkan menjadi Izin Usaha Produksi (IUP) melalui SK Bupati Morowali No.540.3/SK.001/DESDM/IV/2011 tanggal 21 Aprial 2011.

Sumber : Radar Sulteng, Minggu 6 November 2016

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: