jump to navigation

Potensi Longsor Capai 7 Juta Kubik Tanah, Wilayah Palu –Donggala, Krisis Daya Tampung Lingkungan September 19, 2016

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback
2

Tambang Galian C, Kabupaten Donggala

1

Tambang Galian C, Kabupaten Donggala

Palu (19/9/2016)- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah dan Kelompok Muda Peduli Hutan (KOMIU) menilai wilayah yang ada di Jalan Trans bagian barat Kota Palu sampai dengan menuju Ibu Kota Kabupaten Donggala sudah berada dalam kawasan darurat daya tampung lingkungan. Hal tersebut diakibatkan ketidak mampuan kondisi lingkungan untuk menampung curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan turunnya air bercampur lumpur yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan galian C dan merembes ke badan jalan saat hujan tadi siang pukul 15.00 Wita (19/09/16).

“Pemerintah Daerah Kota Palu dan Donggala, harusnya sudah melakukan audit lingkungan terhadap perusahaan galian C yang beraktivitas di Jalan Trans Palu-Donggala tersebut. Selain itu, dia juga menilai bahwa program Green Mining gagal dalam mewujudkan pertambangan yang berkelanjutan dan berperspektif lingkungan seperti yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah melalui SKPD terkait sebelumnya. ”Kata Aries Bira Direktur Walhi Sulteng.

Lanjut Aries, WALHI Sulteng menuntut Pemerintah Daerah Kota Palu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala untuk mendesak kepada semua pengusaha tambang galian C yang berada di wilayah tersebut untuk segera melakukan pemulihan lingkungan atas kerusakan yang diakibatkan.

Sementara Septian Koordinator Kampanye Kelompok Muda Peduli Hutan (KOMIU) mengatakan, sesuai hasil analisis dari peta tiga dimensi Tim Drone, ditemukan kemiringan rata-rata pegunungan yang sudah dieksploitasi di wilayah tersebut seluas 20,6 Ha, dengan ketinggian mencapai 113 meter dari kemiringan 74 derajat sampai dengan 90 derajat dengan potensi volume longsor 7 juta kubik tanah.

lolipesua-analisis-banjir

Peta Analisis Kemiringan Lereng Galian C

Kami menghimbau kepada semua pihak untuk mewaspadai pergesaran tanah diwilayah tersebut, apalagi saat ini sudah masuk pada musim penghujan.ujarnya.(mk)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: