jump to navigation

Bupati Akan Cabut Izin Sawit Jika Masyarakat Menginginkanya Agustus 5, 2016

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

PARIMO – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu siap mencabut izin oprasional perusahaan sawit di Kabupaten Parimo jika Masyarakat menginginkannya, pernyataan itu disampaikannya menanggapi tuntutan masyarakat dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Parimo yang di dukung oleh Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra) Sulteng, pada rapat dengar pendapat di DPRD Parimo pekan lalu.

Sumber: https://www.google.co.id/search?q=foto+sawit&biw

Samsurizal Tombolotutu menyatakan pencabutan Izin Usaha Perkebunan (IUP) sawit tersebut dinyatakannya jika masyarakat di desa tempat perkebunan sawit yang menginginkannya, bukan karena keinginan segelintir orang. Apalagi orang tersebut tidak berdomisili di desa tempat perkebunan sawit atau bukan warga Kabupaten Parimo. “Penduduk asli yang wilyah di desanya menjadi tempat lahan sawit tidak keberatan, justru yang bukan penduduk Parimo yang kebakaran jenggot, “Ujar Samsurizal di kantornya selasa lalu (2/8).

Selama ini, kata Samsurizal, Masyarakat yang wilayahnya menjadi lahan sawit tidak pernah mengeluhkan kekurangan air sebagaimana yang digembor-gemborkan oleh segelintir orang, bahwa tanaman sawit menyerap air. Samsurizal menegaskan, tidak akan mencabut IUP PT. Agra Toribulu Asri dan PT.Ampibabo Agro Lestari sebagaimana tuntutan AMAN Parimo dan AGRA Sulteng. “Silahkan  mereka AMAN dan Agra, Red) keberatan. Sepanjang sebagian besar masyarakat tidak menginginkan pencabutan IUP dua perusahaan itu, maka saya tidak akan mencabutnya, “tegasnya.

Disinggung soal ancaman Demo besar-besaran oleh AMAN Parimo, Samsurizal menyatakan siap mengahadapinya. “Saya tidak takut, silahkan demo, saya siap menghadapinya,”tandasnya. Menurut Samsurizal, sawit akan bermanfaat bagi masyarakat Parimo. Menurutnya tanaman sawit akan bermanfaat bagi masyarakat Parimo. Menurutnya tanaman sawit akan menyerap air jika ditanam di tempat berair. Sebaliknya jika di tanamnam di tempat kering akan tumbuh seperti tanaman kelapa, sehingga tidak merugikan tanaman lain. Bahkan dia mencontohkan penanaman sawit di Kabupaten Morowali yang bersebelahan dengan sawah, tidak satupun petani yang keberatan. Itu artinya tanaman sawit tidak menggangu tumbuhan tanaman sawit. Seperti yang diberitakan AMAN Parimo dan Agra Sulteng menuntut Pemkab Parimo menolak dan mencabut izin perusahaan sawit yang berada di Kabupaten Parimo. Jika tuntutan itu tidak di penuhi, mereka mengancam akan melakukan demo besar-besaran.(aji)

Sumber : Radar Sulteng, Jum’at/05/Agustus/2016

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: