jump to navigation

Warga Bantaran Sungai Poboya dan Pondo Resah Juni 27, 2016

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

Palu – sungai Poboya yang terletak di Kelurahan Poboya kecamatan mantikulore meluap. Hujan lebat di wilayah kota palu dan sekitar nya yang terjadi selasa sore (21/6) kembali membuat  sungai itu banjir. Akibatnya, luapan sungai yang bermuara ke sungai pondo kelurahan tallise itu, tidak saja meresahakan warga setempat akan tetapi juga mengundang keresahan warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai pondo.

ilustrasi;

Pasalnya, setiap kali banjir, bibir sungai selalu tergurus sehingga sungai semakin melebar. Bahkan sudah mendekati pemukiman warga. Menyikapi kondisi itu, beragam pendapat warga terungkap. Ada yang menyatakan bahwa penyebab nya adalah akibat penambangan emas. Dimana pohon-pohon yang tadinya tumbuh di dekat sungai sebagai penahan atau pelindung bibir sungai habis di tebang para penambang, sehingga saat banjir datang,  biar sungai mudah tergerus. Ada pula yang mengatakan bahwa pemerintah tidak tanggap dengan kejadian banjir sebelumnnya.

“Coba kalau pemkot tanggap, tentu sungai ini sudah lama dipasang tanggul permanen. Karena tanggul itu tidak ada, ya sudah pasti sungai ini terus melebar,”ungkap Arman, salah satu toko pemuda setempat kepada koran ini kemarin. Persoalan lain katanya yakni, adanya tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, dengan sengaja membabat habis pohon yang tumbuh di bibir sungai. Pria 46 tahun itu hanya bisa berharap adanya campur tangan pemkot palu, untuk tanggapan melakukan pencegahan, sebelumnya adanya korban jiwa. Mengingat bibir sungai semakin mendekati pemukiman warga.

Hal senada juga di sampaikan dimana, pria yang 3 anak yang mengaku tinggal di bantaran sungai pendo kelurahan tanamodindi itu menduga bahwa salah satu penyebab kenapa sungai peboyo dan sungai pondo bagian atas mengalami pelebaran karena belum di pasang tanggul permanen sebagaimana di kelurahan talise. Ditambahkan aktivitas penambangan emas, juga perlu menjadi perahtian pemkod para penambang yang tertangkap tangan merusak lingkungan harus di berikan sangsi. “Supaya ada efek jerahnya, tidak mengulang lagi perbuatan mereka, “tugasnya.

Pantauan Radar Sulteng Rabu (22/6) siang kemarin banjir di sungai poboya sudah mulai surut. Akan tetapi, banjir tersebut telah menyiksakan sejumblah batang pohon yang terbawa arus banjir berserahkan di tengah sungai. Ada yang tertahan di bebatuan ada pula yang tertahan pada akar akar pohon. Bukan itu saja, sepanjang sisa kiri-kanan tebing sungai juga mengalami longsor. Tak pelak, beberapa pohon yang hidup menumpang di sekitar tebing ikut terbawa derasnya arus banjir.

 

Sumber: radar Sulteng

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: