jump to navigation

Bosan Sesumbar, WALHI Sulteng Minta Reklamasi Dihentikan dengan Tindakan Maret 15, 2016

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback
Truk pengangkut material menimbun pantai Teluk Palu. (Foto: dok. beritapalu.com)

Poto:Berita palu

PALU – Bosan sesumbar dengan seruan atas penghentian reklamasi pantai Teluk Palu, WALHI Sulteng mendesak agar penghentian itu dilakukan secara nyata melalui tindakan.

Staf Pengembangan Organsisasi dan Sumberdaya Manusia Eksekutif Daerah Walhi Sulawesi Tengah, Tofan dalam rilisnya menegaskan, sejak reklamasi 2014 lalu, belum pernah ada upaya DPRD Kota Palu yang benar-benar nyata untuk itu. Semestinya katanya, DPRD Kota Palu melakukan hearing secara terbuka, bukan hanya di komisi C atau di tataran Anggota DPRD saja.

“Semestinya harus melibatkan semua pihak, mulai dari instansi Pemerintah Kota Palu, PT. Yauri Properti Investama selaku pihak pelaksana Reklamasi Teluk Palu, selain itu masyarakat nelayan, petambak garam dan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai,  pemerhati budaya kelompok aktivis lingkungan akademisi, mahasiswa dan semua yang konstrasi atas isu reklamasi harus dilibatkan,” sebut Tofan.

Tofan mengemukakan, yang terkena dampak dari debu yang berasal dari material timbunan reklamasi pantai yang di bawah oleh truk pengakut material adalah warga sekitar dan para pengguna jalan. Mereka harusnya juga di tanyakan. “Karena dalam AMDAL ini juga di sebutkan terus apa upaya pelaksana untuk mencegah polusi yang timbulkan? Ini tentu menambah daftar panjang pelanggaran PT. YPI,” imbuhnya.

Menurutnya, jika menghitung dalam 3 tahun sudah banyak argumentasi yang muncul menyebutkan reklamasi telah melanggar peraturan dan perudang-undangan. Bahkan telah 2 kali keluar rekomendasi penghentian dari Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah, namun itu tidak cukup untuk menghentikan reklamasi teluk palu.

“Kurang apa lagi, surat teguran dari Menteri Dalam Negeri terkait reklamasi tidak berkesesuaian dengan tata ruang tidak juga menghentikan langka mereka. Selain Kemendagri, Kementerian Kelautan Dan Perikanan juga telah mengeluarkan surat, yang menyebutkan bahwa pemerintah Kota Palu belum mendapatkan rekomendasi reklamasi Teluk Palu,” tegasnya.

Bahkan katanya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola pun mengeluarkan pernyataan keras terkait reklamasi Pantai Teluk Palu saat berkampanye sebagai calon gubernur periode 2016-2021. “Lahan daratan masih luas di kota palu, kita belum perlu reklamasi pantai Teluk Palu atau pantai-pantai lainnya dengan alasan apapun,”.

Ia menyatakan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh DPRD kota Palu, dengan menyelesaikan persoalan untuk menghentikan reklamasi dengan catatan hearing yang akan dilaksanakan terbuka untuk semua orang. Sehingga Semua yang “lupa”, akan tahu bahwa Reklamasi Teluk Palu telah melanggar anturan.Dan reklamasi secepanya di hentikan.

Ditegaskannya, WALHI Sulteng tidak ingin lagi mendengar rekomendasi yang tidak didasarkan dengan tindakan. Dengan melakukan hearing terbuka tatap muka bersama masyarakat adalah suatu tindakan nyata.

Mendengar pernyataan masyarakat yang terkena langsung dampak dari reklamasi pantai Teluk Palu tersebut, maka menurutnya Pemerintah Kota Palu akan tahu bukan saja melanggar aturan tapi reklamasi pantai juga telah berdampak buruk terhadap masyarakat yang tinggal dan bekerja sebagai nelayan dan petambag garam untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka.  (afd/*)

sumber: http://beritapalu.com/2016/03/14/bosan-sesumbar-walhi-sulteng-minta-reklamasi-dihentikan-dengan-tindakan/

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: