jump to navigation

PJ Wali Kota Terima Informasi Tak Sesuai Fakta Walhi Sulteng Sebut Reklamasi Tidak Prosedural Januari 11, 2016

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

PALU – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tengah menilai, Pejabat (PJ) Wali Kota Palu, Hidayat Lamakarate telah menerima informasi yang tidak sesuai fakta terkait reklamasi. Walhi bereaksi terkait pernyataan PJ Wali Kota Palu yang menyatakan bahwa reklamasi pantai Teluk Palu sudah sesuai prosedur.

Kepala Departemen Advokasi dan kampanye Walhi Sulteng, Aries Bira, Jumat kemarin (8/1) menyampaikan ada hal yang harus di luruskan dari pernyataan Hidayat Lamakarate, sesuai yang termuat pada Radar Sulteng (Edisi 31 Desember 2015).

Menurut dia, ada dugaan informasi yang disampaikan Kepada Hidayat itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya tentang reklamasi Teluk Palu. “Harusnya Wali Kota Palu juga tidak langsung menerima informasi tanpa memerikasa benar dokumen yang disampaikan kepdanya,” Kritik Aries.

Lanjut dia, sejak tahun 2014 dimana menjadi awal penimbunan pesisir pantai Teluk Palu, Walhi sudah menyampaikan, bahwa ada prosedural perizinan yang di langgar oleh Pemerintah Kota Palu dalam memberikan izin reklamasi Teluk Palu. Apa saja yang di langgar?, Aries mengungkapkan, pertama, yakni perda Tata Ruang Nomor 16 Tahun 2011. Kedua, belum ada rencana detail tata ruang. Ketiga, belum ada zonasi Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Dan Keempat, belum ada rekomendasi dari menteri terkait, serta kelima, melanggar perpres nomor 122 Tahun 2012.

“bahkan melanggar Undang-Undang nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Ini jelas tidak prosedural, maka sangat mengherankan jika kemudian muncul pernyataan bahwa reklamasi itu telah prosedural,” tegasnya.

Apa yang diungkapkan Walhi Sulteng tersebut, menurut  dia, bukan hanya tuduhan dan isapan jempol belaka. Sebab, lembaga negara sekelas Ombudsman pun, telah menyatakan, jika dalam pelaksanaan reklamasi Teluk Palu telah terjadi maladministrasi dan menyarankan agar reklamasi segera di hentikan. “tercatat oleh kami bahwa Ombudsman sudah dua kali menyurati pemerintah Kota Palu dan pihak pelaksanaan yang ditembuskan kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” bebernya.

Masih menurut dia, sejak surat kedua disampaikan dan rapat terakhir antara pemerintah Kota Palu, Ombudsman dan pemerintah Provinsi, hasilnya disepakati secara bersama bahwa reklamasi akan dihentikan. Sayangnya, fakta dilapangan berbeda, proses penimbunan Pantai masih terus berlanjut dan mengabaikan samua pihak yang menganalisa terkait kebijakan reklamasi teluk palu Termasuk, Ombudsman akademisi juga Walhi Sulteng sendiri.

“Lembaga negara seperti Ombudsman tidak pernah di dengarkan, diacuhkan serta dilemhkan semua temuannya, dan terkesan bukan suatu lembaga negara yang harus di hormati dengan menjalankan sarannya,” kritik Aries.

Ombudsman sendiri dalam Undang-Undang sudah jelas  sebagai representase dari keterwakilan masyarakat dalam menyelesaikan masalah administrasi. Maka kata aries, dengan ini, Walhi mengharapkan agar ketidaktahuan Pj Wali kota Palu terhadap reklamasi teluk Palu segera di perbaiki. Sehingga tidak membuat opini publik, bahwa apa yang diprotes Walhi saat ini hanyalah sebua kekeliruan. Atas ketidak tahuan Hidayat ini juga, kami harapkan agar memeriksa kembali dokumen yang disampaikannya sudah benar tersebut. Terakhir, informasi yang tidak benar sesuai fakta dilapangan menjadi penting untuk di perbaiki, sehingga saran, Ombudsman bukan sebuah kekeliruan dilembaga negara tersebut,” sarannya.

Lebih jauh disampaikan Aries, Walhi Sulteng sangat mendukung apa yang kini dilakukan anggota DPRD Kota Palu, yang sangat serius, baik secara individu, maupun kelembagaan melakukan penolakan atas reklamasi dan berencana akan melakukan hearing. “kami mengharapkan agar kiranya lembaga negara kota palu ini, melakukan hearing secara terbuka, supaya masyarakat bisa manilai secara keseluruhan dari aktivitas reklamasi Teluk Palu tersebut,” pungkas Kepala Advokasi dan kampanye Walhi Sulteng ini. (agg)

Radar Sulteng*Sabtu,09 Januari 2016

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: