jump to navigation

Izin Reklamasi Bisa Digugat, Walhi akan Lakukan Gugatan PTUN Januari 2, 2016

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

PALU- Celah dalam perizinan reklamasi yang di suarakan Pemerhari bisa digugat perdata melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dengan demikian, masalah perizinan terkait dengan reklamasi bisa uji keabsahannya.

Praktisi Hukum Husni Sjaifudin,SH kepada Radar Sulteng mengatakan persoalan reklmasi bisa di tuntaskan bila masyarakat maupun LSM dan pemerhati lingkungan menggugat dasar kegiatan reklamasi  yaitu izinnya. Menurut Husni, izin reklamasi berupa izin pelaksanaan maupun izin-izin lainnya yang berkaitan dengaan reklamasi bisa di uji keabsahannya melalui PTUN atau dengan cara meminta lembaga di atasnya, memabatalkan izin tersebut.

“Jadi jangan bilang reklamasi melanggar atau maladministrasise sebelum di uji perizinannya. Kalau Melanggar,  harus ada putusan yang menyatakan itu melanggar”, jelasnya.

Menguji perizinan  reklamasi akan membuktikan apakah reklamasi tersebut mengacu pada aturan. Dengan demikian, pemerintah maupun investor dan Polisi sekalipun bisa menyikapi dari hasil putusan itu. “Hasil putusan itu bisa menjadi pintu masuk bagi kepolisian maupun juga pemerintah dalam membatalkan pelaksanaan reklamasi jika terbukti memang izinnya bermasala, “jelasnya.

Husni mengatakan, sangat mengerti persoalan reklamasi yang di persoalkan periziannya. Maka seyogyanya para pakar maupun pemerhati lingkungan dan LSM bisa beraacara hukum perdata dengan mempersoalkannya ke pengadilan. “sangat mudah menentukan menentukan salah atau tidak. Karena meurut mereka, jelas ada kesalahan pada prosedur administrasi maka itu bisa dijadikan bahan dalam menguji perizinan reklamasi,”sebut Husni.

Sementara Direktur Walhi Sulteng Ahmad pelor terus mengawal masalah reklamasi. meskipun harus melalui proses yang berliku, tidak ada kata lelah bagi Walhi dalam kegiatan yang merusak lingkunga. “jika yang disarankan praktisi hukum seperti itu, maka Walhi akan menggugat,” jelas Ahmad di hubungi koran ini Kamis(31/12).

Menurut Ahmad, sebenarnya meski tanpa ada gugatan, aparat penegak hukum bisa bertindak atas dasar dari saran Ombudsman Sulteng. Karena bagi Polisi maupun kejaksaan sangat mudah menemukan celah pelanggaran pidananya. “cukup jelas masalahnya reklamasi. Kegiatan reklmasi tidak terdeliniasi dalam Perda Tata ruang Kota Palu. Mengapa tidak itu saja yang di jadikan alasan untuk menyidik,”jelasnya.

Selain penyidik, Gubernur dinilai punya peran dalam menghentikan reklamasi, Gubernur bisa menugaskan kepada PPNS bidang tata ruang penyidik persoalan reklamas. “Bukannya sudah ada sikap dari pak Wagub yang menyuruh mengentikan reklamasi. kenapa tidak di teruskan?” jelas ahmad

Ditambahkan sekarang mengacu pada UU Nomor I Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 27 tahun 2007 tentang pengolahan Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Untuk Pesisir pantai kurang dari 12 mil dan bukan termasuk kawasan strategis nasional, sehingga setiap perizinan di zona ini menjadi wewenang Gubernur atau Pemda. Sedangkan untuk Zona atas 12 mil sampai 200 mil menjadi kewenangan menteri kelautan dan perikanan, “Gubernur punya kewenganan sebagaimana undang-undang tersebut,” tegasnya.

Sementara pakar tata ruang Sulawesi Tengah DR Amar Akbar Ali juga dekan Fakultas Teknik Untad telah menyatakan pendapatnya ke Ombudsman sebagai pendapat Ahli. Dalam pendapatnya kegiatan reklamasi teluk palu tidak berdasar. “Tidak ada dasarnya sama sekali. RTRW tidak mendelinasi. itu sudah jelas pelanggarannya. Ada undang-undangnya di Tata Ruang maupun Permen PU tentang kawasan pinggiran pantai, “jelasnya saat dihubungi radar Sulteng.

Menurut Amar, pemkot Palu mengluarkan  izin tidak berdasar pada aturan, “sekarang tanya pada pak Singgih (Kadis tata ruang dan perumahan? Dasarnya apa reklamasi itu?” ujarnya

jelas melanggar izinya pun tidak ada dasarnya.maka  jika ada yang menggugat perizinannya saya mendukung sekali,”jelasnya.(Bar)

Sumber / radar Sulteng (2/1/2016)

 

 

 

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: