jump to navigation

Minta Perkebunan Sawit Tidak Semena-mena di Morut ,Melakukan Penebangan Pohon Pinus Milik Masyarakat Oktober 14, 2015

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

MORUT – Perusahaan Perkebunan Sawit PT Nusa Mas Griya Lestari (PT NMGL), yang kini telah mengantongi izin pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 5000 hektar Hak Guna Usaha (HGU), mendapat sorotan dari warga di dua desa di kabupaten Morowali Utara, yaitu Desa Mayumba dan Desa Tamonjengi Kecamatan Mori Utara.

Pasalnya, kuat dugaan seperti yang di sampaikan Warga di dua Desa itu, bahwa PT NMGL akan berencana membabat habis perkebunan pinus yang kini dikelola masyarakat di dua Desa itu, yang telah menghasilkan dan telah mensejahterakan masyarakat. Keberadaan pohon pinus dewasa seluas 200 hektar yang masuk dalam rencana 5000 hektar HGU PT NMGL, sebelumnya, berasal dari program reboisasi yang dicanagkan pemerintah sejak tahun 1980-an, dengan tanaman penghijauan adalah tanaman pinus.

Menghadapi ancaman itu tokoh masyarakat Mayumba Herfrida Adua dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mayumba Frans Tangkuman, Spd telah berkirim surat ke presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tembuasan kebeberapa menteri kabinet terkait, antara lain Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Pertanahan, Menteri pembangunan Daerah Tertinggal dan dan Transmigrasi, serta Gubernur dan DPRD Sulteng.

Dalam surat itu tokoh masyarakat bersama  BPD, yang didukung tanda tangan Warga dua desa meminta agar Presiden Jokowi mengingklafkan (mengizinkan agar keluar dari izin HGU 500 hektar pohon pinus yang kini menjadi harapan  dan gantungan hidup warga  menghidupkan anaknya hingga sekolah dan Kuliah

Kami mohon kepada bapak presiden hutan pinus seluas 340 hektar lebih di Desa mayumbah dan kurang lebih 100 hektar di Desa Tamonjengi kiranya dapat diinklaf untuk kepentingan kurang lebih 2000 orang yang bergantung disana untuk kelestarian lingkungan,” tulisan warga.

Menyikapi surat permohonan Warga kepada presiden, salah seorang anggota DPRD Sulteng dari dapil poso dan touna Sony tandra, mengecam keras upayah dari PT NMGL yang di dua berencana akan memusnakan pohon pinus milik warga yang akan diganti dengan perkebunan Sawit. Saya keberatan dengan rencana PT Nusa Mas Griaya Lestari, yang akan menebang habis pinus milik warga di Desa Mayumbah dan Tamonjengi “Kata Sonny Tandra, Kepada Radar Sulteng (13/10)

Menurutnya, ada laporan yamng tidak benar sehingga kementrian yang berwenang memberikan izin HGU kepada PT NMGL. “Saya yakin perusahaan telah melakukan manipulasi data di kementrian,” Kata Sony.

Karena itu, tanpa tending aling-aling, Sonny menegaskan selain perusahaan telah menzolimi masyarakat, juga telah menghancurkan masa depan masyarakat dengan cara menebang pinus yang sebenarnya adalah program pemerintah, atau program yang telah menggunakan uang negara.

“Kami tahu Perusahaan ini merupakan anak perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari sinar mas group. Tetapi walau perusahaan besar, namun jangan seenaknya perusahaan begitu saja mencaplok dan mengambil lahan itu. Jangan hanya kepentingan segelintir orang saja kita mengabaikan masyarakat,” tandasnya.(mch)   Radar Sulteng*Rabu,14 Oktober 2015

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: