jump to navigation

Warga Tipo Tolak Pengambilan Material Reklamasi, Minta DPRD Kota Dan Kepolisian Segera Bertindak September 8, 2015

Posted by walhisultengnews in Tak Berkategori.
trackback

Pemkot dinilai menipu dan berjanji-janji manis

Palu– Sejumlah tokoh masyarakat dari Kelurahan Tipo, Minggu siang (6/9) menggelar pertemuan di rumah salah satu Tokoh masyarakat Tipo. Dalam pertemuan tersebut warga Tipo menilai bahwa izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait izin upaya pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantau Lingkungan (UPL), serta izin pertambangan pengerukan material yang dilakukan di wilayah Kelurahan Tipo tidak sesuai prosedur dan tidak sesuai aturan yang seharusnya. Karena itu Warga Tipo menolak adanya pengerukan material di wilayahnya.

reklamasi teluk Palu

Tokoh masyarakat Tipo, Lapop laeni,SH yang memimpin pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa, selama ini Masyarakat Tipo di tipu oleh janji-janji manis Pemkot Palu. Karena selama pengoperasian pengerukan material berlangsung janji-janji yang akan dilakukan pihak perusahaan CV Tri Mitra hingga saat ini tidak ada yang terealisasi misalnya, pembuatan pengamanan alur sungai, serta jalan tempat kendaraan pengangkut material “jadi selama ini janji-janji manis yang di keluarkan Pemkot Palu terutama kasid ESDM, sampai sekarang apa yang di janjikan belum ada terealisasi,” katanya

Parahnya lagi kata Lapop Laeni, bahwa izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL), serta izin pertambangan pengerukan material yang dilakukan di wailayah Kelurahan Tipo tidak sesuai prosedur dan tidak sesuai aturan di karenakan masyarakat Tipo tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi atau seminar hasil pengkajian dampak lingkungan.

“Jadi selama ini kita diam, karena Pemkot dan perusahaan menjanjikan akan membuat penahan alur sungai dan masih banyak janji lainnya, namun hingga saat ini ternyatabelum satupun terealisasi,”tegasnya.

Bahkaan parahnya sampaai saat ini, pihak perusahaan yang mengeruk material belum pernah bertemu langsung  sama warga Tipo. Bahkan dari aktivitas pengerukan tersebut mulai membawa dampak lingkungan terutama debu yang dapat menyebabkan penyakit ISPA.

“pengangkutan material yang menggunakan kendaraan truk sudah membuat masyarakat resah karena debu dari kendaraan membuat rumah warga menjadi kotor dan warga terancam penyakit ISPA,” tegasnya.

Bukan hanya itu warga Tipo merasa dirugikan adanya aktivitas pengerukan material di wilayahnya. Karena jalan yang dilalui puluhan truk, dan mobil membuat jalan menjadi rusak dan berdebu,dan ini sangat membuat masyarakat tidak nyaman serta resah,” tegasnya.

Namun demikian yang paling dikhawatirkan warga adalah, dampak  bencana alam yang dapat ditimbulkan dari pengerukan gunung di wilayah Tipo. “Hasil penelitian yang dilakukan salah satu LSM, serta Perda no.16 tahun 2011 bahwa kawasan pegunungan Tipo adalah daerah rawan bencana, seperti banjir dan longsor,” tegasnya.

Karena penggalian material reklamasi tepat di wilayah samping sungai Tipo, bahkan kata dia parahnya pihak perusahaan hingga saat ini tidak merealisasikan janji-janjinya kepada masyarakat yang akan membuat alur sungai,” Dulu pihak perusahaan menjanjikan akan membuat alur sungai atau semacam drainase, namun sampai  saat ini belum di realisasikan,” tegasnya.

Marten, tokoh masyarakat lainnya menambahkan,dia meminta DPRD Kota palu, untuk mengambil sikap, karena selama ini yang dilakukan perusahaan Tri Mitra dan Pemkot Palu, tidak sesuai aturan, “Kita minta DPRD dapat menghentikan aktivitas diatas karena jelas selain melanggar aturan, juga masyarakat Tipo tidak pernah setuju dengan adanya aktivitas di atas, apalagi dampaknya sudah mulai dirasakan,” tegasnya

Hal senada diungkapkan Faisal warga Tipo lainnya, bahwa berdasarkan Perencanaan dan Tata Ruang dan Perda nomor 16 tahun 16 tahun 2011, itu menjelaskan kawasan Tipo merupakan kawasan rawan bencana, baik itu banjir maupun tanah longsor, sehingga dengan demikian warga meminta DPRD Kota dan pihak Kepolisian untuk dapat menghentikan aktivitas pengerukan material diatas, “Kami menduga banyak mafia di balik aktivitas ini, sehingga kita warga Tipo minta Kepolisian dan DPRD dapat mengambil sikap, adanya pengerukan material yang jelas tidak sesuai prosedur karena masyarakat Tipo umunya menolak dan tidak setuju pengambilan material diaatas,”demikian tegasnya.(nto)

sumber: radar Sulteng,8 September 2015

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: