jump to navigation

WALHI Minta Polisi Selidiki Aktifitas PT.ANA Juni 7, 2015

Posted by walhisultengnews in KAMPANYE WALHI SULAWESI TENGAH.
trackback

PALU – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulteng meminta pihak Kepolisian Segera melakukan penyelidikan terhadap Aktifitas perkebunan PT. Agro Nusa Abadi (ANA), Karena dinilai ilegal. PT ANA  Dianggap melakukan aktifitas diatas lahan milik masyarakat Kec. Petasia Timur Tanpa proses pelepasan Hak.

Selain itu, menurut WALHI, SK tentang penunjukan lokasi perkebunan Sawit merupakan keputusan Strategis, yang harusnya tidak boleh dikeluarkan oleh seorang pelaksana Tugas (PLT)  Bupati.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI  Sulteng, Ahmad Pelor mengatakan, PT.ANA mendapatkan Izin lokasi seluas 19.675 Ha melalui SK Bupati Morowali Nomor 188.45/0706/UMUM/2006, pada jum’at tanggal 8 desember 2006, sebagaimana Permen Agraria/ Kepala BPN No.2 Tahun 1999 tentang izin lokasi dimaksud, berlaku selama tiga tahun.

“Dan dapat diperpanjang Satu tahun apabila tanah diperoleh telah mencapai 50 persen jika dihitung berdasarkan ketentuan dimaksud , Idealnya izin lokasi atas PT ANA  Berakhir tahun 2009 atau jika telah mengusahakan perolehan tanah lebih dari 50 persen diperpanjang berakhir tahun 2010,” Kata Ahmad pada jumpa pers dikantor WALHI Sulteng Jalan Ki Hajar Dewantoro, Palu, Jum’at (5/6).

Namun Faktanya, Ungkap dia, Hingga tahun 2015 PT.ANA  baru bisa mengusahakan Lahan untuk perkebunan sekitar 36 persen Atau +7000 Ha. Kemudian sejak tahun 2007 PT.ANA  telah melakukan Clearing (pembersihan lahan); Serta penanaman pada lahan-lahan milik masyarakat Desa Bunta, Tompira, Bungintimbe, Peboa, Molino, dan towara Kecamatan petasia Timur, Tanpa didahului dengan proses pelepasan hak atas Tanah.

Dengan Kata lain, Menurut dia, Sejak Tahun 2007  PT.ANA telah menguasai dan mengelola lahan + 7000 Ha milik masyarakat beberapa desa di kec. Petasia Timur secara ilegal. Pelanggaran Fatal lainya melakukan aktivitas perkebunan (penanaman, pemeliharaan sampai pemanenan hasil kebun) Tanpa memiliki Hak Guna Usaha (HGU), yang merupakan alas Hak Penguasaan tanah perkebunan dengan luasan Diatas 25 Ha.

Menurutnya lagi, carut marut proses perizinan untuk perkebunan semakin para, Ketika pada tahun 2014 PLT Bupati Morowali Abdul Haris Rengga, Kembali mengeluarkan izin lokasi untuk mengusahakan tanah perkebunan melalui SK No.188.45/KEP-B.MU/0096/VIII/2014 pada 20 Agustus tentang persetujuan pembaruan izin lokasi usaha perkebunan Kelapa Sawit Terpadu beserta pendukung lainnya PT ANA di petasia timur.

Astra Agro Lestari (AAL) merupakan, korporasi sektor perkebunan paling aktif melakukan perluasan perkebunan Sawit di Sulteng. Dengan Penguasaan lahan berdasarkan izin mencapai 98.000 Ha melalui sedikitnya lima perusahaan, Yaitu, PT Lestari Tani Teladan (LTI), PT Sawit Jaya Abadi (SJA), PT Rimbunan Alam Sentosa (RAS), PT Cipta Agro Nusantara (CAN) dan PT Agro Nusa Abadi (ANA) tersebar di kab. Donggala, Poso dan Morowali Utara (Morut). Dari Lima Anak perusahaan tersebut, hanya Satu memiliki HGU, Yakni PT.Lestari Tani Teladan (LTT) terdapat di donggala.(ikram)

Sumber: mediaalkhairat 6/5/2015

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: