jump to navigation

DPRD Ambilalih Sengketa Perkebunan Sawit Mei 23, 2015

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

KOLONODALE, MERCUSUAR – DPRD Morowali Utara (Morut) berencana mengambilalih penyelesaian sengketa lahan perkebunan sawit antara PT Agro Nusa Abadi (ANA) dan masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Petasia Timur. Hal itu mengemuka pada rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua DPRD Morut Syarifudin Majid, Rabu (20/5/2015). Syarifudin berjanji menyelesaikan kemelut antara masyarakat di Petasia Timur dengan PT ANA, menyusul belum tuntasnya kerja tim yang dimediasi Sekretaris Kabupaten Yalbert Tulaka sejak tahun 2014.

Terjadi debat yang panjang antara DPRD dengan Bupati Haris Rengga dan manajemen PT ANA. Yang dipersoalkan adalah posisi luas lahan perusahaan, luas kebun inti, serta nilai rencana ganti rugi oleh perusahaan Group Astra ini kepada masyarakat yang bersengketa.

Bupati Morut Haris Rengga menyampaikan panjang lebar jika tim bentukan pemda bersama kepolisian telah mengumpulkan sertifikat asli, surat keterangan penguasaan tanah (SKPT) milik masyarakat melalui Bagian Administrasi dan Pemerintahan Umum Setdakab.

Anggota DPRD dari Fraksi Merah Putih Jabar Lahaji mengatakan investasi PT ANA yang telah go public hanya mendatangkan konflik agraria, konflik perusahaan dengan masyarakat, bahkan konflik antara pekerja perusahaan dengan masyarakat. Karena itu, ia meminta dalam penyelesaian masalah tersebut, polisi mengutamakan pendekatan persuasif.

Politisi Partai Amanat Nasional ini menyarankan bukan hanya sertifikat lahan masyarakat yang dipersoalkan apakah asli atau palsu, melainkan perusahaan harus diinvestigasi dan dipastikan apakah lebih transparan, mulai soal ijin hak guna usaha (HGU), analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan tim audit independen ke perusahaan ini.
Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua DPRD Abudin Halilu. Menurutnya, lahan yang disengketakan warga dan PT ANA seluas 16 ribu hektare, dan yang sudah ditanam sekarang 6.429 ha. Ia meminta PT ANA menjelaskan soal jumlah luas kebun inti yang ada sekarang. Begitu halnya soal ijin PT ANA yang dikeluarkan tahun 2006 dan tahun 2008 oleh pihak Badan Pertanahan Morowali yang berani mengeluarkan sejumlah sertifikat di lahan yang sama. “Ini azas praduga tak bersalah, namun saya minta berapa jumlah lahan kebun inti perusahaan tidak mau katakan, inikan masalahnya. Sebelum berinvestasi di Morowali Utara harus bicara baik dulu dengan pemilik lahan, ini jadinya begini tidak pernah selesai,” kata politisi Golkar ini.

Hal senada dilontarkan Wakil Ketua DPRD Morut lainnya, Muh Syafrie Al Gazali. Politisi PKB ini menilai pemerintah daerah gagal dalam memediasi sengketa lahan sawit. Ini menandakan bobroknya pengelolaan administrasi. Ia meminta sejauhmana kontribusi perusahaan tersebut ke daerah, khususnya dalam membayar pajak bumi bangunan (PBB). Syafrie berharap pemerintah tidak sekadar menyelesaikan masalah ini dengan melimpahkannya ke kepolisian.

Manajemen PT ANA yang diwakili Tryanto memaparkan izin usaha perusahaan ini diterbitkan tahun 2006 dengan luas lahan lebih 10 ribu hectare dari 19 ribu ha yang diserahkan pemerintah. Sementara lahan tanam 6.429 ha. Menjawab soal kontribusi perusahaan, katanya, setiap tahun perusahaan perkebunan kelapa sawit ini membayar kewajibannya seperti pajak bumi dan bangunan (PBB) lebih Rp1,1 miliar. Karena lahan di Bungintimbe dipalang masyarakat, dimana lahannya lebih 50 persen dari jumlah HGU yang dikeluarkan, jelas merugikan kedua belah pihak. Karena sawit tidak dikelola, pendapatan petani menurun. Ia berjanji perusahaan akan mengganti rugi lahan masyarakat yang bersertifikat sebagaimana kesepakatan bersama pemda. TTN

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: