jump to navigation

Burger King Batalkan Kontrak Minyak Sawit Dengan Sinar Mas Sang Perusak Hutan September 6, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

Siaran Berita Greenpeace, 3 September 2010
Burger King Batalkan Kontrak Minyak Sawit Dengan Sinar Mas Sang Perusak Hutan
Keputusan Diambil Menyusul Hasil Audit Membenarkan Sinar Mas Melanggar Hukum dan Melanggar Janji

3 September, 2010 – Burger King mengumumkan pembatalan kontrak pembelian minyak kelapa sawit dengan salah satu perusak hutan terbesar di Indonesia – Sinar Mas. Dengan melakukan ini Burger King menjadi perusahaan pertama yang membatalkan kontrak dengan Sinar Mas setelah beberapa waktu lalu hasil audit terhadap perusahaan ini diumumkan kepada publik. Ini mempertegas bahwa perusahaan ini telah beroperasi dengan cara melanggar hukum dengan membuka lahan gambut dan hutan tanpa izin-izin yang harus dipenuhi.

Menanggapi berita ini, Nur Hidayati, Indonesia country representative Greenpeace Asia Tenggara mengatakan, “Greenpeace menyambut baik berita dari Burger King ini, yang jelas-jelas memperlihatkan bagaimana upaya Sinar Mas untuk memutar balik kesimpulan hasil audit telah gagal. Sinar Mas telah berkomitmen untuk melindungi hutan alam dan mengimplementasikan program perlindungan hutan tetapi tidak terwujud, perusahaan konsumen besar lain seperti Cargill, Pizza Hut dan Dunkin Donut harus mengikuti langkah ini dan menghapus Sinar Mas dari rantai pasokan mereka.”

Pernyataan Burger King, yang juga dirilis melalui halaman facebook mereka menyatakan, “kami percaya laporan itu telah menunjukkan hal valid mengenai beberapa praktek keberlanjutan Sinar produksi minyak sawit Sinar Mas dan dampaknya terhadap hutan hujan. Praktek ini tidak sejalan dengan komitmen tanggung jawab perusahaan kami. Sebagai hasilnya, kami telah memutuskan tidak akan lagi membeli minyak sawit dari Sinar Mas atau anak perusahaannya.” (1) Dengan mengambil langkah ini, Burger King bergabung dengan perusahaan seperti Nestle, Kraft, Unilever yang telah terlebih dahulu menghentikan kontrak langsungnya dengan Sinar Mas akibat praktek merusaknya di lapangan.

Keputusan ini merupakan pukulan lebih lanjut kepada Sinar Mas, yang pekan lalu dikritik oleh BSI, auditor independen, karena telah menyalahartikan hasil audit saat mengumumkan dan menyajikannya kepada publik. (2) Pernyataan BSI ini memperlihatkan bagaimana Divisi Kelapa Sawit Sinar Mas, secara salah mengklaim bahwa mereka ‘beroperasi secara bertanggung jawab dan sesuai dengan hukum’ tetapi juga membenarkan bahwa dari 11 konsesi yang diaudit, delapan diantaranya melakukan operasi tanpa AMDAL yang diperlukan dan membuka lahan gambut yang menurut hukum Indonesia adalah ilegal.

Nur Hidayati melanjutkan “Pemerintah Indonesia harus menghentikan perusahaan seperti Sinar Mas menghancurkan hutan dan memperparah perubahan iklim dengan memastikan moratorium termasuk konsesi yang sudah diberikan, serta memastikan adanya perlindungan segera terhadap lahan gambut.”

Greenpeace adalah organisasi kampanye global yang independen, yang beraksi untuk mengubah sikap dan perilaku, menjaga dan melindungi lingkungan, dan mempromosikan perdamaian.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: