jump to navigation

Bupati Bangkep Diusir Warga Agustus 30, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

Media Alkhairaat
30 Agustus 2010
ANGGOTA DPRD TODONGKAN PISTOL PADA WARGA

BANGGAI – Bupati Banggai Kepulauan Irianto Malingong, pekan lalu diusir warga saat melakukan safari Ramadhan di Koa Banggai, Banggkep,. Aksi pengusiran berbuntunt penodongan pistol pada warga oleh anggota DPRD Ramalan, sehari sesudahnya.
Ramalan menodongkan sepucuk pistol pada dua warga Banggai, Ida Sulumin (60) dan Yatno Lagona (40).

Oknum dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Bangkep ini melakukan hal tersebut terkait dengan penolakan kunjungan safari Ramadhan Bupati Bangkep, Irianto Malingong, 25 Agustus lalu. Saat itu, masyarakat secara terang – terangan menolak, bahkan bahkan mengusir Bupati untuk meninggalkan Kota Banggai saat itu juga.
Penolakan tersebut disilirnya karena dendam masa lalu masyarakat Banggai akibat berpindahnya Ibukota dari Kota Banggai ke Salakan di awal pemerintahan Irianto 2006 silam.
Sumber terpercaya media Alkhairat, Jumat (27/8) mengungkapkan, aksi yang dilakukan Ramalan tak hanya menodong warga, dia juga mengerahkan sekelompok preman dengan dalih untuk pengamanan Bupati. Pra preman yang dikerahkan bukan warga asli Banggai. Parahnya, sebelum beraksi, sekelompok preman yang telah diberikan minuman beralkohol jenis cap tikus.
“Sebelumnya, pukul 21:45, sekitar 500 warga melakukan aksi unjukrasa di depan kantor PDAM Bnggai. Massa mendatangi mendatangi rumah anggota DPRD tersebut. Saat itu pula, Ramalan membalas aksi yang sama dengan mengerahkan sekitar 30 orang preman bersenjatakan pedang. Bahkan para preman tersebut konvoi keliling Kota Banggai dan meneriakan kata – kata yang menyinggung masyarakat etnis asli banggai,” tutur sumber.
Situasi yang tidak kondusif itu berlanjut hingga keeokan harinya, 26 Agustus, sekitar 45 preman dibawah pimpinan Ramalan melakukan penyerangan dan pengancaman terhadap seorang tokoh masyarakat Banggai, di kompleks keraton, Kel. Lampio.
“Aksi tersebut menimbulkan reaksi warga. Konsentrasi 700 massa di depan Mapolsek Banggai menuntut agar Ramalan mempertanggung jawabkan aksi provokasinya, saat itulah Ramalan menodongkan pistolnya,”tambah Sumber. Menurut Kapolsek Banggai, Iptu H. Ali Londol, senjata yang di gunakan anggota DP-RD itu berupa senjata replica berjenis Walter PPK/S, dengan surat ijin nomor CASG/038/04/VIII/10 dari cijantung Airsoft Gun Community.
Sebelumnya, pada 23 Agustus, telah diadakan pertemuan antara tokoh masyarakat dan tokoh adat Banggai serta aparat kepolisian untuk membahas rencana kedatangan Bupati. Ternyata bupati nekat datang karena telah di jamin keamanannya oleh Ramalan. Ketua Himpunan Pemuda Alkhairat (HPA) Bangkep, Ahmad yusuf, Ahad (29/8) mengaku sangat menyesalkan kedatangan Bupati Irianto tersebut. Menurutnya, kedatangan Bupati malah merusak konsentrasi ibadah puasa masyarakat Kota Banggai.
“Bupati terlalu memaksakan diri. Kami juga tidak percaya lagi dengan kinerja aparat kepolisian di sini. Ramalan harus di proses hukum,”tegas Ahmat Yusuf.
Mewakili tokoh masyarakat dan adat Banggai, Sekretaris Kerajaan Banggai Muh. Syarif Uda’a dan Ahmat Yusuf meminta kepada pihak Kapolda Sulteng utuk menindak tegas aktor intelektual yang mengakibatkan situasi Kamtibmas di Banggai tak kondusif.(RIFAY)

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: