jump to navigation

Pemerintah Diminta Pantau Aktifitas Dampak Debu PLTU Panau. Agustus 29, 2010

Posted by walhisultengnews in SIARAN PERS WALHI SULTENG.
trackback

PALU- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI ) Sulteng, Mendesak pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah segera memantau aktifitas dampak debu PLTU Panau yang dianggap merugikan masyarakat.

“Pemerintah melalui dinas terkait harus segera melakukan komunikasi dengan pihak pengelola PLTU mengenai limbah debu yang semakin hari semakin menumpuk yang tepatnya berada disamping sungai Tavaili sehingga diharapkan dapat meminimalisir masalah yang akan timbul nantinya.“Kata Gifvents Lasimpo Kepala Divisi Advokasi Dan Kampanye Walhi Sulteng kepada media ini Jumat (27/08/10).”

Menurut Gifvents, Selama ini limbah debu hasil pembakaran batu bara yang dibuang di sebelah Selatan sungai Tavaili tersebut sangat meresahkan warga sekitar, pasalnya jika panas matahari, debu tersebut tertiup angin dan berterbangan sampai ke jalan Trans Sulawesi sehingga membuat masyarakat sekitar mengalami gangguan kesehatan seperti sesak nafas, batuk dan gatal-gatal.
Dia juga menambahkan, selain dampak debu, data yang diperoleh Walhi sulteng melalui pendataan lansung kerumah masyarakat yang tinggal di Sekitar Tapak Tower SUTET, dikeluarahan Panau banyak yang mengalami sesak nafas, sakit kepala, dan sekujur tubuh terasa keram.
‘Pemerintah Daerah harus segera menanggapi hal tersebut, jika hal ini terus dibiarkan maka di khawatirkan akan berdampak fatal terhadap masyarakat yang berjumlah sekitar 3338 jiwa yang berdasarkan pencatatan kelurahan Panau tahun 2007 yang berdomisili disekitar PLTU tersebut,Ungkapnya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: