jump to navigation

Moratorium di 104,8 juta ha Juni 3, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

Selasa, 01/06/2010
Moratorium di 104,8 juta ha
Investasi industri hutan rakyat Rp230 miliar

JAKARTA: Kementerian Kehutanan mengidentifikasi 104,8 juta hektare (ha) area hutan dan lahan gambut akan terkena imbas kebijakan baru terkait dengan moratorium alih fungsi.

Kementerian teknis terkait kini akan mengidentifikasi kembali jutaan hektare lahan itu untuk dimasukkan dalam Keputusan Menteri Presiden (Keppres) sehingga tidak dapat diterbitkan izinnya untuk kegiatan pengelolaan usaha sektor kehutanan, perkebunan dan pertambangan.

“Estimasinya area hutan yang tidak diperbolehkan untuk kegiatan usaha, baik itu untuk pengembangan hutan tanaman industri [HTI] maupun kegiatan perkebunan dan pertambangan hingga 2013 itu mungkin akan dituangkan dalam bentuk keppres,” ujar Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan (BPK) Kemenhut Hadi Daryanto kemarin.

Luas area hutan yang akan dipertahankan dari kegiatan usaha itu, di antaranya hutan kawasan gambut seluas 21,07 juta ha, serta hutan alam yang terdiri dari hutan primer seluas 43 juta ha dan hutan sekunder 48,5 juta ha.

“Hanya kawasan hutan yang dinilai kritis seluas 40 juta ha yang akan diizinkan untuk dikembangkan dengan kegiatan usaha kehutanan, perkebunan dan usaha lainnya,” tambahnya.

Estimasi lahan yang bakal terlarang diokupasi ini menyusul penekenan nota kesepahaman antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg dalam letter of intent (LoI) penurunan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan, di Oslo, Norwegia, pekan lalu.

Dalam kesepahaman itu, Indonesia dijanjikan memperoleh kompensasi atau pembayaran sebesar US$1 miliar atas carbon stock setelah dinilai berhasil melakukan beberapa hal yang dipersyaratkan.

Sejak 2007 Kemenhut diketahui menolak 149 unit usaha dari 260 unit perusahaan yang mengajukan permohonan hutan tanaman industri di areal seluas 10,4 juta ha.

Hadi menambahkan pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Menteri Kehutanan terhadap 30 unit perusahaan yang telah memperoleh izin definitif untuk mengelola luas areal 1,34 juta ha.

“Perusahaan yang telah memperoleh izin definitif harus patuh dengan aturan yang akan dikeluarkan agar melakukan tebang pilih tanam Indonesia (TPTI).”

Hutan rakyat

Di sisi lain, sebanyak 14 unit industri kayu rakyat telah memperoleh izin usaha dengan kapasitas produksi di atas 6000 meterkubik (m3) per tahun dengan investasi sebesar Rp230 miliar dalam 2 tahun terakhir

“Sebanyak 14 unit izin usaha industri kayu rakyat itu memperoleh izin operasi dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan mulai ada yang beroperasi sejak 2009 dan 2010,” ujar Kepala Pusat Informasi (Kapusinfo) Kemenhut Masyhud akhir pekan lalu.

Menhut Zulkifli Hasan menjanjikan memberikan kemudahan bagi pengusaha sektor kehutanan untuk membangun industri pengolahan kayu.

Sejumlah kemudahan yang sudah diberikan bagi industri yang membina hutan rakyat di antaranya kebebasan untuk tidak menggunakan faktur cetak untuk angkutan kayu industri. Mereka juga dipermudah untuk perluasan industrinya. “Tidak perlu ke Kemenhut lagi, tapi cukup ke Dinas Kehutanan setempat.”

Di luar rencana aksi pemerintah, kalangan swasta juga ikut berperan memperluas area hijau. Standard Chartered Indonesia kemarin merealisasikan penanaman 5.000 mangrove di Kepulauan Seribu dan 100 pohon albizia dan trembesi di kawasan Banjir Kanal Timur.

“Aksi penanaman dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim dan mendorong aksi positif untuk mengurangi dampaknya,” ungkap Chief Executive Officer Standard Chartered Indonesia, Tom Aaker.

Sebelumnya, Chief Information Officer (CIO) Standard Chartered Indonesia Ramesh Sundara-Rajan mengatakan pada Desember 2009 lalu, Standard Chartered dan organisasi lingkungan hidup internasional, Plant a Tree Today (PATT) juga telah menanam 5.000 pohon di Bali. (erwin.tambunan@bisnis.co.id)

Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: