jump to navigation

Sejumlah LSM Kecam Penangkapn Aktivis dan Petani di Banggai Mei 29, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

Salah Satu Korban Penangkapan Aktivis dan Petani di Banggai Nasrun Mbau Ketua Persatuan Petani Singkoyong (PEPSI)

Salah Satu Korban Penangkapan Aktivis dan Petani di Banggai Nasrun Mbau Ketua Persatuan Petani Singkoyong (PEPSI)


Sejumlah LSM Kecam Penangkapn Aktivis dan Petani di Banggai
Sabtu, 29 Mei 2010, 18:59:24 WIB
Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Sejumlah LSM pegiat lingkungan, anti kekerasan, dan peduli gerakan buruh dan petani mengecam penangkapan Ketua Persatuan Petani Singkoyo (PEPSI) Banggai Nasrun Mbau dan anggotanya, M.Arif petani dan aktivis Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah Kamis (27/5) lalu.

Hal itu ditegaskan Manajer Jaringan Walhi, Erwin Usman dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Walhi, Jalan Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan (Sabtu, 29/5).

Selain dari Walhi, juga hadir di antaranya perwakilan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Aliansi Petani Indonesia (API), dan Sawit Watch.

Erwin menjelaskan ketiga aktivis itu ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi pengerusakan kantor, peralatan dan fasilitas perkebunan PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) pada Rabu (26/5) lalu.

Para petani berunjuk rasa di depan Kantor PT KLS Banggai menuntut PT KLS membuka jalur transportasi ke arah sawah dan ladang mereka yang ditutup PT KLS. Selain itu para petani juga mengecam PT KLS yang telah menyorobot tanah rakyat.

Erwin menuding Kepolisian telah bersikap diskriminatif terhadap petani dan aktivis. Kata Erwin, Pemilik PT KLS, Murad Husen, sudah dua kali dilaporkan pada 12 November 2009 dan 17 Maret 2010, karena dituding merampas tanah petani lokal di 17 desa Kecamatan Toili dan Toili Barat.

“Tapi kenapa kalau Murad melaporkan campnya rusak, kaca-kaca kantornya pecah-pecah, tidak kurang dari 24 jam Polresta Banggai langung menahan petani, menangkap aktivis pendamping,” kesalnya.

Untuk itu mereka mendesak Kepolisian segera membebaskan Eva Susanti dan kedua petani Banggai. Mereka juga mendesak Kapolda Sulawesi Tengah segera menindaklanjuti laporan dari petani maupun aktivis pendamping menyangkut tindak pidana lingkungan dan dan perampasan hak-hak petani diBanggai oleh PT KLS. [zul]

Foto : Dokumentasi Walhi Sulteng

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: