jump to navigation

Kapolda Sulteng Didesak Usut Penahanan Petani dan Aktivis Banggai Mei 29, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

Salah Satu Korban Penangkapan Aktivis dan Petani di Banggai Eva Susianti koordinator Front Rakyat Anti Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah.

Salah Satu Korban Penangkapan Aktivis dan Petani di Banggai Eva Susianti koordinator Front Rakyat Anti Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah.


Kapolda Sulteng Didesak Usut Penahanan Petani dan Aktivis Banggai
Tribunnews.com – Sabtu, 29 Mei 2010 16:34 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sembilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendesak Kapolda Sulawesi Tengah segera memproses laporan polisi terkait tindak pidana kejahatan lingkungan dan perampasan hak-hak petani di Banggai, oleh PT. Kurnia Luwuk Sejati, sebuah perusahaan yang memiliki perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri.

Desakan itu dilakukan, menyusul penahanan terhadap aktivis dari Front
Rakyat Advokasi Sawit Sulawesi Tengah, Eva Susanti (24) bersama dua
pimpinan petani yakni Nasrun Mbau (40) dan M. Arif(50) oleh Polres
Banggai pada 27 Mei 2010.

Ketiganya ditahan setelah sebelumnya ditangkap atas tuduhan terlibat
aksi pengrusakan camp-camp dan kantor PT. Kurnia Luwuk Sejati pada aksi
unjuk rasa yang digelar pada 26 Mei 2010. Selain tiga orang tersebut,
polisi juga menangkap dan menahan 14 orang petani lainnya.

“Polisi sudah menunjukkan ketidakprofesionalannya atas kasus tersebut, ”
ujar Deputi Direktur Walhi, Erwin Usman saat jumpa pers di Kantor Walhi,
Jakarta, Sabtu (29/5/2010).

Sembilan LSM itu terdiri dari Walhi, Konsorsium Pembaharuan
Agraria(KPA), Kontras, Sarekat Hijau Indonesia, Perhimpunan Rakyat
Pekerja (PRP), Aliansi Petani Indonesia(API), Barisan Perempuan
Indonesia (BPI), Pergerakan Bandung dan Serikat Petani Pasundan.

Tidak hanya itu, menurut Erwin, pihaknya juga mengeluarkan enam
pernyataan sikap lainnya terkait kasus penangkapan oleh aparat
kepolisian, diantaranya, mendesak Komisi Nasional Hak Azasi Manusia
untuk segera melakukan pemantauan lapangan atas kasus tersebut.

Juga mendesak Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional segera
melakukan pengusutan terhadap aparat kepolisian yang telah bertindak
sewenang-wenang, tidak profesional dan memihak kepada perusahaan.

LSM itu juga meminta, Bupati Banggai dan DPRD Banggai segera bertindak
memulihkan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat serta menganmbil alih
penyelesaian konflik dengan cara pendekatan sipil, serta memenuhi rasa
keadilan bagi para korban.

Foto : Dokumentasi Walhi Sulteng
Penulis : Willy_Widianto
Editor : johnson

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: