jump to navigation

Gapki Tolak Moratorium Sawit Mei 27, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback


Gapki Tolak Moratorium Sawit

Jakarta- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menolak Tuntuntan yang diajukan kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar dilakukan penghentian atau moratorium terhadap mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Direktur Eksekutif Gapki Fadhil HUsan Di Jakarta, Rabu Mengatakan, tuntutan untuk melakukan penghentian pengembangan perkebunan kelapa sawit yang diajukan LSM Lingkungan Hidup tersebut sangat tidak masuk akal.
“oleh karena itu tuntutan moratorium oleh LSM tersebut tidak bisa dilakukan, “katanya dalam dialog bertajuk Dibalik Kampanye Hitam Kelapa Sawit: sudahkah Industri Kelapa Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Pro Petani. Menurut dia, tuduhan kalangan LSM bahwa industry kelapa sawit merusak lingkungan sehingga harus dihentikan pengembangannya selama ini didasarkan pada penilaian menyeluruh.
Dia mencontohkan, dari 100 ribu hektar pengembangan perkebunan kelapa sawit kemudian terdapat 5000 hektar yang melanggar maka hal itu yang selalu di dengungkan oleh LSM sementara 95 ribu hektra lain tak pernah di apresiasi. “inikan tidak fair, LSM hanya mengungkap yang kecil kemudian yang besar disuruh menghentikan” katanya.
Fadhil menilai dibalik agresifnya LSM lingkungan hidup internasional seperti Greenpeace yang menyoroti pelanggaran lingkungan, proses produksi minyak sawit di Indonesia maupun Malasya terdapat kepentingan perang dagang.
Namun demikian dia menyayangkan LSM-LSM tersebut tidak sadar telah di tunggangi oleh para produsen minyak nabati pesaing minyak sawit seperti minyak bunga matahari, minyak kedelai, reepseed oil, dan lain-lain yang kalah melawan sawit.
Dia mengungkapkan produk-produk minyak nabati non sawit tak mampu berkompetisi dengan produk minyak sawit bahkan saat ini volume perdagangan minyak sawit di dunia mencapai 34 persen dari volume perdagangan minyak nabati dunia, pada hal di era 1990-an pasarnya hanya 10 persen.
Fadhil menegaskan dibalik masalah isu lingkungan terhadap produk sawit adalah murni persaingan dagang. Maklum saja produsen-produsen minyak sawit nabati non sawit tersebut banyak berasal dari eropa dan AS sedangkan sawit hanya bisa tumbuh diwilayah tropis. (antara)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: