jump to navigation

Lahan Telantar Harus Ditanami Mei 20, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

Lahan Telantar Harus Ditanami
Ekspor CPO Belum Goyah

Kamis, 20 Mei 2010 | 04:12 WIB

Jakarta, Kompas – Pengusaha perkebunan kelapa sawit yang menunggu izin pelepasan hak kawasan hutan dari Menteri Kehutanan harus bersabar. Menteri Kehutanan menghentikan sementara penerbitan izin pelepasan hak kawasan hutan sampai pengusaha menanami lahan yang ada.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di sela-sela Rapat Kerja Nasional Kehutanan di Jakarta, Rabu (19/5), menegaskan, ia menahan izin pelepasan hutan sampai bulan Juni.

”Saya tidak antikelapa sawit. Namun, izin (pelepasan hak kawasan hutan untuk perkebunan) saya hold (tahan) dulu sampai Juni ini agar pengusaha memanfaatkan tanah telantar yang ada,” ujar Zulkifli pada rapat diikuti kepala dinas kehutanan provinsi, kabupaten/kota, dan unit pelaksana teknis Kementerian Kehutanan se-Indonesia.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Telantar untuk mengoptimalkan lahan yang tidak kunjung dipakai sesuai peruntukan yang diberikan. Regulasi ini menjadi dasar menarik kembali 7,3 juta hektar lahan berstatus hak guna usaha yang tidak kunjung dimanfaatkan dan lahan berizin lokasi yang belum bersertifikat.

Tindakan itu diambil Menhut untuk mencegah penumpukan cadangan lahan oleh pengusaha perkebunan yang tidak kunjung ditanam. ”Kalau betul sudah tidak ada lahan lagi, baru kami terbitkan izin,” kata Zulkifli.

Hingga tahun 2009, sudah dialokasikan 8,8 juta hektar kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK). Dari lahan tersebut, 4,19 juta hektar dalam proses pencadangan dan 4,67 juta hektar menunggu izin pelepasan kawasan hutan dari Menhut.

Indonesia kini memiliki 9,7 juta hektar perkebunan kelapa sawit dengan areal tertanam 7,9 juta hektar. Indonesia adalah produsen utama minyak kelapa sawit mentah (CPO). Tahun ini target produksi 25 juta ton.

Juru kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, meminta agar Pemerintah Indonesia melakukan langkah tegas untuk mengatasi pembabatan hutan. Pemerintah harus melindungi lahan gambut dan hutan tropis.

”Pemerintah juga harus melindungi reputasi industri minyak kelapa sawit dan kertas Indonesia dengan menerapkan perlindungan menyeluruh terhadap lahan gambut dan penghentian sementara pembabatan hutan,” kata Bustar.

Pemerintah, tutur Bustar, selama ini terlalu fokus pada ekspansi lahan perkebunan.

Pemerintah dan pengusaha perkebunan kelapa sawit semestinya fokus meningkatkan produktivitas industri guna memenuhi kenaikan permintaan internasional. Langkah tersebut, kata Mustar, akan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit berskala kecil.

Tidak terganggu

Meski isu lingkungan gencar diembuskan, menurut Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi, pasar ekspor CPO Indonesia belum goyah. Ekspor CPO Indonesia justru meningkat 94,27 persen selama enam tahun terakhir, yakni dari 8,66 juta ton pada tahun 2004 menjadi 16,83 juta ton pada 2009.

Ekspor CPO dan produk turunan ke negara-negara Uni Eropa malah naik 113,26 persen, yaitu dari 1,47 juta ton pada tahun 2004 menjadi 3,14 juta ton pada 2009.

Data tersebut membuktikan, permintaan dunia terhadap produk CPO asal Indonesia terus meningkat dan isu lingkungan belum menjadi faktor penentu tingkat permintaan pasar dunia.

”Pangsa pasar CPO dan produk turunan asal Indonesia di Eropa juga tumbuh. Fakta ini menunjukkan isu lingkungan belum sampai mengganggu pasar kelapa sawit Indonesia. Namun, perkebunan harus tetap memerhatikan kelestarian lingkungan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku,” kata Elfian. (ham)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: