jump to navigation

Pengusaha Mengeluhkan Pemadaman Listrik Mei 17, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

ENERGI
Pengusaha Mengeluhkan Pemadaman Listrik
Senin, 17 Mei 2010 | 04:54 WIB
Palu, Kompas – Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tengah M Arus Abdul Kadir mengingatkan, krisis listrik di provinsi itu tidak hanya mengganggu aktivitas dunia usaha, tetapi juga menghambat aliran investasi. Dia berharap Gubernur Sulawesi Tengah selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat segera turun tangan.

”Tak hanya calon investor yang berpikir panjang untuk masuk ke Sulteng (Sulawesi Tengah), tetapi yang sudah ada pun akhirnya sangat kesulitan. Yang namanya usaha, apa pun bentuknya, harus didukung sumber energi yang memadai,” kata Arus di Palu, Minggu (16/5).
Pemadaman bergilir di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, dan Sigi di Sulteng saat ini kian parah. Durasi pemadaman yang pekan lalu 16 jam sehari kini bertambah menjadi 18 jam sehari. Artinya, dalam satu kali 24 jam, hanya enam jam warga bisa menikmati listrik.
Pemerintah Provinsi Sulteng diminta turun tangan karena krisis listrik berkepanjangan ini tidak hanya persoalan kota, tetapi juga Provinsi Sulawesi Tengah yang terdiri atas 11 kabupaten/kota.
Kepala Humas PT PLN Cabang Palu Petrus Walasari mengatakan, berkepanjangannya pemadaman listrik akibat dua mesin pembangkit—masing-masing berkapasitas 15 megawatt (MW)—di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mpanau selama sepekan terakhir ini tidak beroperasi. Satu mesin dalam perbaikan, sedangkan satu lainnya tidak beroperasi karena stok batu bara habis.
Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Silae hanya bisa menyuplai 17 MW dari kapasitas 22 MW. ”Saat ini daya listrik yang tersedia hanya 20 MW, 17 MW dari PLTD Silae, dan 3 MW dari PLTD Ranting Parigi. Padahal, beban puncak di Palu dan tiga kabupaten sekitarnya mencapai 50 MW. Makanya, pemadaman listrik sekarang sudah 9 : 3. Sembilan jam padam, tiga jam menyala, sembilan jam padam lagi, dan seterusnya,” ujar Petrus. (Ren)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: