jump to navigation

Daniel King: Bank Dunia Bermuka Dua Mei 7, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

Daniel King: Bank Dunia Bermuka Dua
6 Mei 2010 – 10:30 WIB
Kurniawan Tri / Angga Haksoro

VHRmedia, Jakarta – Bank Dunia menerapkan standar ganda dalam program pengurangan emisi karbon. Selain membiayai program pengurangan emisi karbon, Bank Dunia juga mendanai program yang menghasilkan polusi.

Hal itu dikatakan Daniel King, konsultan dan peneliti Institute for Essential Service Reform (IESR). Dia memberikan contoh, dana program pengurangan emisi karbon yang didanai Bank Dunia tidak sebanding dengan besarnya emisi yang dihasilkan dari proyek pembangkit listrik yang juga dibiayai lembaga bantuan ini.

Menurut Daniel King, salah satu tantangan Bank Dunia dalam menggarap proyek di Indonesia adalah turut serta membantu program pengurangan emisi karbon. Bank Dunia, mengucurkan US$ 16 juta untuk membiayai pengurangan emisi melalui karbon kredit.

“Praktik efisiensi energi Bank Dunia sama sekali tidak serius. Begitu juga dengan proyek Clean Technology Fund yang tidak terbukti. Mereka sama sekali tidak pernah menghitung berapa emisi yang dikeluarkan dari proyek mereka di Indonesia,” kata Daniel King di Jakarta, Rabu (5/5).

Daniel menyebutkan, Bank Dunia saat ini masih membantu pengembangan tambang batu bara, meski dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkannya sangat mengerikan. Bank Dunia justru minim membiayai proyek energi terbarukan. “Mereka memberikan uang besar untuk banyak aktivitas, tapi tidak jelas larinya ke mana. Sementara proyek pembangkit listrik yang mereka danai menghasilkan polusi emisi tinggi.”

Menurut Fabby Tumiwa, Direktur IESR, peran Bank Dunia dalam konteks perubahan iklim tidak lebih dari makelar karbon. Bank Dunia memiliki unit kerja yang berfungsi membeli karbon kredit dan menjualnya kembali ke pasar karbon dunia.

“Harusnya, emisi yang dikeluarkan juga dihitung. Apalagi Presiden Yudhoyono punya komitmen mengurangi emisi. Peran Bank Dunia sama halnya dengan broker. Mereka tidak pernah menghitung jejak karbon yang dihasilkan dari proyek yang mereka danai,” ujar Fabby Tumiwa. (E1)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: