jump to navigation

Eksplorasi Jangan Rusak Hutan April 29, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback

ENERGI PANAS BUMI
Eksplorasi Jangan Rusak Hutan

Kamis, 29 April 2010 | 02:53 WIB

Nusa Dua, Kompas – Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengingatkan, proyek eksplorasi dan pemanfaatan energi panas bumi atau geotermal jangan sampai merusak hutan dan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya. Perusahaan eksplorasi didorong agar memilih lokasi-lokasi proyek di hutan gundul atau gunung yang sudah rusak kondisi hutannya.

”Jangan memilih lokasi (eksplorasi) di hutan yang pohon-pohonnya sudah berumur ratusan tahun. Apalagi, kemudian sengaja cari hutan yang bagus dan jual pohon-pohonnya setelah ditebang. Itu namanya kriminal. Tolong cari hutan yang sudah botak,” kata Rachmat dalam sesi diskusi panel World Geothermal Congress (WGC) 2010 di Nusa Dua, Bali, Rabu (28/4).

Pada pembukaan WGC 2010, Senin lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, eksplorasi geotermal yang ramah lingkungan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Ditargetkan, pada tahun 2025 sekitar 5 persen dari total kebutuhan energi nasional akan dipenuhi melalui pemanfaatan energi panas bumi.

Indonesia saat ini baru memanfaatkan 4,2 persen dari potensi panas bumi yang dimilikinya, yang mencapai sekitar 40 persen dari potensi panas bumi dunia. Energi panas bumi yang dimanfaatkan di Indonesia baru sekitar 1.100 MW, di bawah Filipina (2.000 MW) dan Amerika Serikat (4.000 MW).

Catatan Kompas, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akan memprioritaskan pemberian izin pinjam pakai kawasan hutan oleh industri pertambangan untuk mendukung peningkatan target produksi minyak serta menyiapkan regulasi yang mendukung percepatan investasi untuk mengeksploitasi panas bumi. Menurut Menteri Kehutanan, izin pinjam pakai kawasan hutan tidak butuh waktu lama.

Namun, pengusaha yang telah mendapat izin pinjam pakai tetap harus mengurus analisis manajemen dampak lingkungan (amdal) untuk mencegah kerusakan lingkungan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Menhut memegang penuh hak kawasan hutan. Karena itu, semua kegiatan yang akan memakai kawasan hutan harus melalui persetujuan Menhut (Kompas, 17 April 2010).

Proyek CDM

Menurut Rachmat, konsep hutan ganti hutan sebagai kompensasi yang harus diterapkan pada perusahaan pemilik geotermal tidak bisa sembarangan diterapkan. Sebab, dalam suatu hutan yang telah ada sebelumnya terkandung keanekaragaman hayati yang kompleks. Nilai keanekaragaman hayati itu tidak tergantikan sifatnya.

Penasihat Energi Bersih Sinclair Night Merz, sebuah perusahaan energi di Selandia Baru, Paul Quinlivan, menyatakan, untuk mencegah kerusakan hutan sekaligus memperoleh nilai tambah, proyek geotermal dapat dimasukkan dalam mekanisme pembangunan bersih (CDM).

Seiring dengan penyelamatan lingkungan hidup, proyek geotermal juga harus mampu mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat.

”Sejumlah proyek geotermal di Indonesia telah didaftarkan dalam program CDM, yakni Kamojang U4 dan Wayang Windu U2 yang sudah beroperasi serta proyek Sibayak yang tengah diproses,” kata Paul.

Rachmat mengakui bahwa potensi proyek geotermal untuk CDM memang besar. Namun, sejauh ini secara umum para pemilik proyek belum tahu apa itu CDM dan cara membuatnya. (BEN)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: