jump to navigation

Nelayan Semakin Terpinggirkan April 28, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback


PERIKANAN
Nelayan Semakin Terpinggirkan

Rabu, 28 April 2010 | 03:37 WIB

Jakarta, Kompas – Kondisi nelayan Indonesia terancam semakin sulit seiring tidak adanya jaminan pemerintah untuk menambah alokasi bahan bakar minyak bersubsidi bagi nelayan dalam APBN Perubahan 2010. Kekurangan BBM subsidi bagi nelayan setiap tahun sekitar 1,2 juta kiloliter.

Demikian dikemukakan Direktur Ocean Watch Herman Jaya di Jakarta, Selasa (27/4), menyikapi hasil rapat kerja Komisi VII DPR dan pemerintah sehari sebelumnya. Hasil rapat mengusulkan volume BBM bersubsidi dalam APBN Perubahan tahun 2010 tidak mengalami perubahan, yakni tetap 36,5 juta kl atau sama dengan dalam APBN 2010.

”Keberpihakan pemerintah kepada nelayan masih sangat rendah. Tanpa pemenuhan BBM bersubsidi bagi nelayan, mustahil meningkatkan produktivitas dan perbaikan hidup nelayan,” ujar Herman.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengusulkan penambahan BBM bersubsidi untuk sektor perikanan sebanyak 1,2 juta kl. Kebutuhan total BBM bersubsidi sektor perikanan setiap tahun mencapai 2.516.976 kl, meliputi 1.955.376 kl untuk nelayan dan 561.600 kl untuk pembudidaya ikan. Namun, tahun 2009, Pertamina hanya mampu menyalurkan 1,32 juta kl.

Nelayan selama ini selalu didera kesulitan BBM. Di sejumlah sentra nelayan, pasokan BBM bersubsidi masih langka. Jikapun tersedia, harga jual umumnya lebih mahal sehingga tak terjangkau nelayan. Padahal, kebutuhan BBM menghabiskan 40 persen dari biaya operasional.

”Tanpa kepastian pasokan BBM, semakin banyak kapal nelayan yang akan berhenti beroperasi dan nelayan kehilangan pencarian,” ujar Herman.

Hal senada dikemukakan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Yusuf Solichien. Tidak adanya keberpihakan pemerintah kepada nasib nelayan membuktikan bahwa sektor perikanan masih menjadi anak tiri dan termarjinalkan.

Direktur Utama PT Pertamina Tbk Karen Agustiawan mengakui belum ada rencana penambahan BBM subsidi bagi nelayan. Sebab, pihaknya belum mendapat penambahan alokasi BBM subsidi. ”Tugas kami hanya sebatas menyalurkan BBM bersubsidi. Apabila penyaluran habis, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Karen.

Hambatan pemenuhan BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan nelayan dan pembudidaya ikan akan mengganggu program pemerintah dalam upaya mendongkrak produksi perikanan sebesar 353 persen, yakni dari 4,78 juta ton pada tahun 2009 menjadi 16,89 juta ton pada tahun 2014. (lkt)

Iklan

Komentar»

1. sugeng prayitno - April 28, 2010

Salam Rimba salam kenal dari palangkaraya… pemerintah harus pikirkan tuh petani dan nelayan jangan cuman mikirin politik yang nggak jelas…piss… http://cuenk86.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: