jump to navigation

Izin Hanya Bagi Usaha Tani 25 Hektar Ke Atas April 21, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback


Pertanian
Izin Hanya Bagi Usaha Tani 25 Hektar Ke Atas
Rabu, 21 April 2010

Jakarta, Kompas – Usaha Budidaya Tanaman Pangan dengan skala usaha 25 Hektar atau lebih, atau yang menggunakan tenaga kerja tetap 10 orang atau lebih, wajib mengajukan izin menanam komoditas tanaman pangan. Adapun usahanya kurang dari skala usahanya kurang dari skala usaha tersebut tidak wajib izin, tetapi akan di daftar oleh Bupati atau Walikota.

Demikian disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas Kementrian Pertanian Suprahtomo, Selasa (20/4) di Jakarta, menanggapi pemberitaan Kompas soal perlunya izin budidaya tanaman pangan oleh Bupati atau Walikota.
Dijelaskan, draft Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang Pedoman Perizinan Usaha Budidaya Tanaman Pangan itu dalam proses finalisasi, termasuk uji public dan sosialisasi kebijakan kepada pemangku kepentingan.
“Usaha budidaya tanaman yang skala usahanya kurang dari skala usaha tersebut diatas tidak wajib izin, tetapi akan didaftar oleh bupati/walikota sebagaimana dirumuskan pasal 6. Ketentuan itu bertujuan untuk pembinaan, penyuluhan dan upaya pemberdayaan petani sekaligus alat monitoring dalam kaitan mewujudkan ketahanan pangan,” ungkap Suprahtomo.
Pada Pasal 6 draft Permentan tertulis: usaha dalam proses produksi sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (1) huruf a dengan skala usaha kurang dari 25 hektar dan/atau menggunakan tenaga kerja tetap kurang dari 10 orang harus didaftar dan di berikan TDU-P (tanda daftar usaha dalam proses produksi) oleh Bupati/Walikota.
Dasar hukum Permentan tersebut adalah pasal 18, pasal 21 dan pasal 22 ayat (6) Peraturan Pemerintah No 18/2010 tentang Usaha Budidaya Tanaman. Adapun PP tersebut dibuat berdasarkan Pasal 46 ayat (3), pasal 51 Undang-Undang No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, bukan didasarkan pada Undang-Undang No 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, seperti di beritakan Kompas sebelumnya.
Berdasarkan draft Permentan yang diterima Kompas pecan lalu, draft Permentan telah di lengkapi kolom tanda tangan Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Hukum Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, serta kolom tanggal penetapan dan diundangkan. Draft juga dilengkapi dengan kolom nomor berita Negara.
Ketua Umum Kontak tani Nelayan Andalan Winarno Tohir Menyatakan, Selasa (20/4) malam pihaknya diundang Direktorat Jendral Tanaman Pangan terkait penyusunan draft Permentan. “Undangan itu bersifat mendadak,” kata dia.
Melupakan Petani.
Menanggapi draft Permentan Koordinator Nasional Aliansi Desa Sejahtera Tejo Wahyu Jatmiko menyatakan, PP No 18/2010 dan Permentan memang mengatur bahwa soal lahan di kuasai Negara dari pengusaha.
Semangat Permentan ini bertolak belakang dengan UU No 12/1992 yang pro petani. Jadi seperti meloncat. Permentan tidak mengurus petani, tetapi malah mengurus pengusaha,” Ujar dia.
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia Teguh Boediyana, dari pengalaman saat menyusun Rancangan Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peternak diajak bicara. Tetapi usulan peternak tidak diperhatikan sehingga pihaknya mengajukan judicial review. “pembangunan pertanian di arahkan seperti maunya Kementrian Pertanian, bukan kepentingan petani” katanya.
Ketuan Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Abdul Wachid berpendapat, dengan tidak dilibatkannya petani dalam menyusun kebijakan pertanian, seolah-olah ada upaya Pemerintah menghilangkan peran petani.
Tidak dilibatkannya petani dalam penyusunan draft Permentan menurut Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jawa Barat Entang Sastratmadja, menunjukan arogansi pemerintah.
Menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Sulawesi Selatan Andalan Sulawesi Selaatan H Abdurrahman Daeng Tayang, pembangunan pertanian seharusnya focus pada peningkatan kesejahteraan petani. “bukan malah mempersulit petani,” katanya. (GRE/MAS)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: