jump to navigation

PROYEK DONGGI-SENORO MESTINYA SELESAI 2011 April 19, 2010

Posted by walhisultengnews in BERITA PUBLIK DAN KEBIJAKAN.
trackback


PROYEK DONGGI-SENORO MESTINYA SELESAI 2011
Senin, 19 April 2010
.
Terdapat Empat Faktor Pertimbangan Presiden.

Jakarta, Kompas – Wakil Presiden RI 2004-2009 Muhammad Jusuf Kalla Menyatakan Projek Pengembangan Lapangan gas Donggi-Senoro seharusnya sudah berjalan lancer, bahkan sudah bisa selesai pada tahun depan, Karena segala sesuatunya sudah di putuskan oleh Pemerintah.

Hal ini dikatakan Jusuf Kalla di Jakarta,Sabtu (17/4), ketika ditanya kelanjutan proyek itu terkait munculnya pertanyaan dari tokoh-tokoh masyarakat Sulawesi Tengah. Dalam suatu rapat yang dipimpin Jusuf Kalla pertengahan 2009 di Kantor Wapres, hadir antara lain pihak Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, BP Migas, serta Pertamina, diputuskan empat factor, pertimbangan sesuai arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Keempat Faktor sesuai arah kebijakan energy nasional yang selalu di tekankan Presiden, yakni prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri, rekayasa konstruksi harus perusahaan nasional, bermanfaat bagi daerah, dan efisiensi investasi.
Kalla menjelaskan, Presiden Yudhoyono selalu menekankan bahwa gas yang dihasilkan Donggi-Senoro harus sebesar-besarnya untuk kepentingan kebutuhan dalam negeri. Dengan berbagai pertimbangan, termasuk neraca gas nasional yang jomplang (kebutuhan jauh lebih tinggi dari suplai karena di ekspor), diputuskan bahwa produksi Donggi-Senoro semuanya untuk domestic, nasional,” katanya.
Pertimbangan kedua, yakni pembangunan kilang harus hasil kemampuan rekayasa perusahaan nasional, didasari bahwa ada perusahaan Negara dan perusahaan swasta nasinal yang mampu dan telah berpengalaman membangun kilang, PT Rekayasa Industri (Rekin) dan IKPT.
PT Rekin telah berpengalaman membangun kilang Bontang di Kalimantan, sedangkan IKPT bahkan mengerjakan proyek sejenis di Aljazair. Untuk memenuhi pertimbangan ketiga, kata Kalla, harus dibangun pabrik pupu di Sulteng untuk kebutuhan di Indonesia Timur.
Pertimbangan keempat, efisiensi investasi pembangunan kilang. “Pertamina dan Mitshubishi menetapkan investasi 1,6 Miliar Dollar AS, sementara Rekin dan IKPT mampun dengan investasi 1,1 Miliar Dollar AS. Kan lebih efisien kalau di kerjakan Perusahaan Nasional,” katanya.
Menurut Kalla, Bank Mandiri siap membiayai dengan membentuk konsorsium. Pendanaan bisa diperoleh dari Lembaga Keaungan di Luar Negeri, terutama untuk proyek-proyek Green Energy, seperti pemakaian gas.
Setelah keputusan di ambil, ujar Kalla, ia langsung melapor kepada Presiden. “Ya, Presiden setuju dan kami jabat tangan. Kan empat syarat arahan Presiden itu terpenuhi. Presiden senang waktu itu. Katanya. (DIS)

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: