jump to navigation

Green Agro Melanggar Hak-Hak Normatif Buruh April 17, 2010

Posted by walhisultengnews in SIARAN PERS WALHI SULTENG.
trackback


CV. Green Agro Melanggar Hak-Hak Normatif Buruh

Tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja di CV. Green Agro sejak Tanggal 26 Desember Tahun 2009, pada hari sabtu pukul 09.00 pagi, atas Nama sdr Ferdi yang kini memberikan kuasanya kepada LBH Sulteng. Sdr Ferdi bekerja di Perusahaan tersebut sejak tahun 2000 sebagai tenaga kerja harian,di bagian opening (seler) atau bahasa keren-nya tukang kupas tempurung kelapa.

Dari aktifitasnya itu pada hari sabtu sdr. Ferdi mengupas tempurung kelapa karena tidak memakai pengaman (kacamata), akibat ketiadaan pengaman menyebabkan mata ferdi terkena tempurung kelapa dan mengakibatkan kebutaan, (Cacat seumur hidup). Pada hari itu juga pada pukul 16.00 sdr. Ferdi diajak untuk bekerja lembur oleh pengawas dibagian seler (ibu Ila), pada saat itu sdr Ferdi menolak untuk lembur dan menyampaikan kepada ibu Ila bahwa ia sakit (mataku terkena tempurung kelapa katanya) kejadian itu diketahui langsung oleh dua orang tenaga kerja di Seler tersebut atas nama Masriani dan Agus.
Sejak kecelakaan tanggal 26 Desember 2009, tiga hari kemudian sdr. Ferdi mengalami sakit yang luar biasa pada matanya, dan dia putuskan untuk berobat di Puskesmas Pantoloan pada tanggal 4 Januari 2010, dan Pihak Puskesmas tidak mampu menangani penyakit pada mata sdr. Ferdi dan langsung di Rujuk di Rumah Sakit Umum Daerah Undata. Sesuai dengan hasil diagnosa oleh dr. Hj. Tenrisa’na Rifai dengan SK Nomor; 021/56.III/PKM PTL ditemukan luka pada mata dengan dianosa Trauma Kornea;
Kejadian yang menimpa sdr. Ferdi ini telah dilaporkan kepada pihak CV. Green Agro pada tanggal 4 Januari 2010 secara resmi. Masalahnya adalah sdr. Ferdi hanya diberikan uang angkot sebesar Rp. 35.000 untuk pergi berobat di RSUD Undata palu; hal ini mengindikasikan bahwa CV. Green Agro sekan tidak mau peduli dengan nasib yang menimpa karyawan (sdr. Ferdi) yang bekerja di Perusahaan itu sejak tahun 2000;
Dalam UUD 1945 Pasal 28 H (amandemen kedua) menyatakan bahwa: “Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagaimana manusia yang bermartabat”, dan Pasal 34 – ayat 2 (amandemen keempat), bahwa: “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”. Sesuai dengan tujuan pembentukan Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992 tentang jaminan sosial tenaga kerja diketahui; bahwa dengan semakin meningkatnya peranan tenaga kerja dalam perkembangan pembangunan nasional di seluruh tanah air dan semakin meningkatnya penggunaan teknologi di berbagai sektor kegiatan usaha dapat mengakibatkan semakin tinggi risiko yang mengancam keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja, sehingga perlu upaya peningkatan perlindungan tenaga kerja; bahwa perlindungan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan baik dalam hubungan kerja maupun di luar hubungan kerja melalui program jaminan sosial tenaga kerja, selain memberikan ketenangan kerja juga mempunyai dampak positif terhadap usaha-usaha peningkatan disiplin dan produktivitas tenaga kerja;

Sesuai dengan pasal 1 ayat 1 UU No. 3 tahun 1992 dikatakan; Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dan penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, hari tua dan meninggal dunia.

Sangat jelas dikatakan dalam peraturan perundang-undangan bahwa tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja pada saat sedang melakukan pekerjaan harus diberikan hak-haknya agar para tenaga kerja merasa terlindungi dari setiap bentuk pekerjaan yang beresiko terhadap dirinya; hal ini berbanding terbalik dengan fenomena yang menimpa sdr. Ferdi yang bekerja pada CV. Green Agro selama 9 Tahun, selain bekerja hanya sebagai buruh harian, selama itu juga tidak diberikan jaminan keselamatan kerja dimana tempat ia bekerja. Hal ini memperlihatkan kepada Publik bahwa CV. Green Agro dalam melakukan akifitas usahanya cenderung tidak mentaati hukum, entah Hukum Ketenagakerjaan sebagimana UU No. 13 Tahun 2003 maupun UU No. 3 Tahun 1992 tentang jaminan Sosial tenaga kerja;

Perlu diketahui bahwa seorang yang di pekerjakan oleh pemberi Kerja harusnya tidak dipekerjakan sebagai tenaga harian selama 9 tahun, apalagi tempat sdr. Ferdi Bekerja tidak memiliki Surat Pejanjian Kerja, sehingga hak dan kewajiban kedua belah pihak sangat kabur dan cenderung majikan (CV. Green Agro) memperlakukan buruh seperti halnya budak. seharusnya apabila pekerja, bekerja tanpa memegang surat perjanjian kerja yang dibuat oleh Perusahaan dan Pekerja maka secara otomatis UU menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah Pekerja Waktu Tidak tertentu (pegawai tetap). Hal ini mengindikasikan pemerintah Kota Palu (Disnaker Kota bagian pengawasan) tidak bekerja secara optimal memantau para pengusaha yang merampas hak azasi tenaga kera;

Pasal 3 ayat 1 UU No. 3 tahun 1992 “Untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja diselenggarakan program jaminan social tenaga kerja yang pengelolaannya dapat dilaksanakan dengan mekanisme asuransi”.
Pasal 3 ayat 2 UU No. 3 Tahun 1992 Setiap tenaga kerja berhak atas jaminan social tenaga kerja.
Dalam Pasal 4 ayat 1 UU No. 3 Tahun 1992 dikatakan bahwa “Program jaminan social tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini.
Mengenai Jaminan Keselamatan kerja sangat tegas dikatakan dalam Pasal 8 ayat UU Nomor 3 Tahun 1992 dikatakan “Tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan Kecelakaan Kerja”.
Pasal 9 menyatakan
“Jaminan Kecelakaan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) meliputi :
a. biaya pengangkutan;
b. biaya pemeriksaan, pengobatan, dan/atau perawatan;
c. biaya rehabilitasi;
d. santunan berupa uang yang meliputi :
1. santunan sementara tidak mampu bekerja;
2. santunan cacad sebagian untuk selama-lamanya;
3. santunan cacad total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental;
4. Santunan Kematian;

Dari peraturan tersebut diatas sangat jelas bahwa CV. Green Agro telah melakukan pelanggaran hukum, yang mana pekerja yang menagalami cacat (buta) tanpa ada tanggung jawab oleh CV. Green Agro terhadap sdr ferdi. hal ini secara tegas kami akan melaporkan tindakan Peruahaan (CV. Green Agro baik kepada pemerintah maupun kepada pihak Kepolisian, karena sangat jelas ketentuan Pidana yang termktub dalam pasal 29 UU No. 3 Tahun 1992. Berikut petikanya;

KETENTUAN PIDANAPasal 29
(1) Barang siapa tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1); Pasal 10 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3); Pasal 18 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5); Pasal 19 ayat (2); Pasal 22 ayat (1); dan Pasal 26, diancam dengan hukuman kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Syahrudin Ariestal, SH. (etal)
Kepala Oprasional LBH-Sulawesi Tengah;
No. Cp 085241199222

Komentar»

1. yuli manfek - April 17, 2010

jika hal tersebut terbukti maka disnakertrans harus teggas dalam mengambil tindakan…
tepatnya segera ditutup agar tidak ada korban selanjutnya….
karena hal ini jika tidak lakukan tindakan tegas oleh PEMERINTAH pasti akan tetap berlanjut terhadap pelanggaran UU itu..(hak-hak normatif buruh)..

2. gifvents - April 18, 2010

Semakin tertinda Jenk.. Kita tidak bisa lagi mengaharapkan mereka kecuali lewat kekuatan buruh itu sendiri untuk bersatu melawan penindasan ini… !!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: